Logo Bloomberg Technoz

Yongchang Chin - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak naik setelah Israel menegaskan akan membalas serangan Iran. Hal ini menambah risiko geopolitik di Timur Tengah.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) naik menuju US$86 per barel setelah sebelumnya ditutup sedikit lebih rendah pada Senin (15/04/2024). Sementara patokan global Brent menetap tepat di atas US$90.

Kenaikan tersebut dipicu oleh pernyataan pejabat tinggi militer Israel yang mengatakan negaranya tidak punya pilihan selain menanggapi serangan Iran akhir pekan lalu. Pernyataan tersebut dibuat di tengah seruan para pejabat di Eropa dan AS untuk mencegah eskalasi perang.

Harga minyak mentah telah naik tajam tahun ini, dengan pembatasan pasokan OPEC+ dan risiko geopolitik di Rusia dan Timur Tengah yang mendorong harga lebih tinggi. Timespread (perbedaan harga minyak untuk pengiriman di masa mendatang) tetap tinggi, menunjukkan kondisi pasar yang ketat. Sementara opsi beli minyak yang bullish, yang mendapat untung dari kenaikan, lebih unggul dibandingkan opsi jual. Opsi beli diperdagangkan dengan kecepatan tinggi karena investor mencari perlindungan.

Harga:

  •  WTI untuk pengiriman Mei naik 0,4% menjadi $85,77 per barel pada pukul 7:18 pagi di Singapura.
  •  Harga minyak Brent untuk penyelesaian Juni ditutup 0,4% lebih rendah pada $90,10 per barel pada hari Senin.

(bbn)

No more pages