Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengatakan total kapasitas kursi pesawat yang tersedia selama periode Idulfitri 1445H/Lebaran 2024 mencapai 6,72 juta kursi.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Rizki Handayani Mustafa mengatakan 6,72 juta kursi bakal tersedia untuk 16 hari masa lebaran 2024 atau setara 420,15 ribu kursi per hari.

“Total kapasitas kursi yang tersedia 6,72 juta untuk 16 hari masa Lebaran 2024 atau setara 420,15 ribu kursi per hari. Sementara itu, total pesawat yang tersedia 420.000 kursi. Jadi ada 420.000 kursi per hari yang terbang di seluruh Indonesia,” ujar Rizki dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/4/2024).

Rizki melanjutkan, beberapa maskapai seperti Citilink, Air Asia, dan Scoot telah mengajukan tambahan penerbangan internasional.

Hal ini dapat bertujuan untuk memenuhi permintaan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang bakal pulang ke Indonesia serta untuk WNI dan ekspatriat yang bakal berlibur ke luar negeri Hari Raya Idulfitri 1445H/Lebaran 2024.

Pesawat Citilink bersiap lepas landas di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (26/7/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Kemenhub memproyeksikan pergerakan masyarakat selama Lebaran 2024 mencapai 71,7% dari jumlah penduduk Indonesia atau sebanyak 193,6 juta orang. Angka tersebut meningkat dari potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2023 yakni 123,8 juta orang.

Khusus untuk angkutan udara, jumlah penumpang saat musim arus mudik dan balik Lebaran tahun ini diproyeksi mencapai 4,4 juta orang, yang terdiri dari 3,59 juta penumpang rute domestik dan 812.241 penumpang rute internasional.

Hasil survei menunjukkan daerah asal perjalanan terbanyak, yaitu Jawa Timur sebesar 16,2% (31,3 juta orang), disusul Jabodetabek sebesar 14,7% (28,43 juta orang), dan Jawa Tengah sebesar 13,5% (26,11 juta orang).

Sementara itu, untuk daerah tujuan terbanyak, yaitu Jawa Tengah sebesar 31,8% (61,6 juta orang), Jawa Timur sebesar 19,4% (37,6 juta orang), dan Jawa Barat sebesar 16,6% (32,1 juta orang).

(dov/wdh)

No more pages