Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kini transaksi perbankan dapat dilakukan di mana saja, dan kapan saja. Tidak seperti dulu yang perlu beranjak menuju ATM dan membutuhkan kartu ATM. Ditambah lagi dengan fenomena ‘new normal’ akibat pandemi Covid-19 yang mempercepat pergeseran kebiasaan nasabah dalam bertransaksi, memaksa banyak bank di Indonesia untuk beradaptasi.

Dengan pengurangan aktivitas perbankan secara fisik melalui ATM, yang jumlahnya terus dikurangi oleh pihak bank. Tak jarang kita melihat banyak ATM yang tutup.

Sebaliknya, transaksi perbankan dan keuangan secara digital kini semakin meningkat pesat seiring dengan keunggulan serta kemudahan dari transaksi digital yang terus berlanjut.

Berdasarkan data Bank Indonesia, transaksi dengan penggunaan kartu ATM terus menurun, dan terus terjadi sampai dengan Februari 2024. Adapun nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit dan kartu kredit anjlok 8,81% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp566,65 triliun.

Berseberangan dengan tren turun menggunakan kartu ATM, transaksi berbasis digital berhasil mencetak kenaikan signifikan mencapai angka Rp5.103 triliun, tumbuh double digit hingga 19,72% yoy. Kemudian, nilai transaksi Uang Elektronik juga melesat tinggi 44,24% yoy mencapai Rp80,03 triliun.

Dengan pesatnya transaksi digital perbankan, yang juga didorong oleh BI dalam akselerasi digitalisasi, pencapaian nominal transaksi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) juga melonjak 161,51% yoy, dan menyentuh Rp32,27 triliun. 

"Dengan jumlah pengguna 46,98 juta dan jumlah merchant 31,27 juta," papar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers usai Rapat Dewan Gubernur BI pada Rabu (20/3/2024).

Seiring dengan penurunan nilai transaksi menggunakan kartu ATM, dan bergesernya kebiasaan dengan kartu fisik, banyak ATM dari perbankan besar di Indonesia yang tutup. Dengan demikian, jumlah ATM yang disediakan bank semakin berkurang imbas adaptasi yang berlangsung.

Jumlah ATM Tersedia Desember 2023 Desember 2022 Jumlah ATM Tutup^
Bank BNI 13.390 16.125 2.735
Bank BRI 12.263 13.863 1.600
Bank CIMB Niaga 3.893 4.207 314
Bank Danamon 1.255 1.408 153
Bank Mandiri 12.906 13.027 121

Sumber: Tim Riset Bloomberg Technoz, Analyst MeetingAnnual Report

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau Bank BNI misalnya, sudah menutup permanen 2.735 unit ATM di sepanjang tahun 2023.

Saat ini, berdasarkan laporan tahunan Perusahaan, Bank BNI hanya menyediakan jumlah ATM sebanyak 13.390 unit. Lebih jauh, di sepanjang 2022 kemarin, Bank BNI sudah mulai menutup resmi 260 unit ATM di Indonesia.

Jumlah ATM milik Bank BNI tercatat terus turun sejak 2019 hingga 2022. Kala itu, pada 2019 ada sebanyak 18.659 ATM yang aktif, selanjutnya pada 2020 hanya ada 18.230, pada 2021 kembali turun tajam jumlahnya menjadi hanya 16.385, dan pada 2022 jumlah ATM Bank BNI hanya ada 16.125 ATM.

Jumlah ATM di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau Bank BRI juga terus menyusut. Berdasarkan materi presentasi Perusahaan, juga pada laporan tahunan, jumlah ATM Bank BRI tersisa 12.263 unit, dari sebelumnya sebanyak 13.863 unit ATM.

Dengan angka tersebut, sebanyak 1.600 unit ATM fisik Bank BRI resmi tutup di sepanjang tahun 2023.

Adapun jumlah ATM Bank BRI turun drastis sejak 2019, tercatat jumlah ATM pada 2019 ada 19.184, sedangkan pada 2020 jumlahnya turun signifikan menjadi hanya 16.880 unit ATM. Berlanjut ke 2021 makin susut menjadi 14.463 unit ATM, dan 2022 kemarin tersisa 13.863 unit ATM Bank BNI.

Nasib yang sama juga dialami secara nyata oleh PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), dan juga PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang juga menutup ratusan unit ATM-nya.

ATM Bank Mandiri susut dari sebanyak 13.027 unit ATM di Desember 2022 berdasarkan laporan tahunan Perusahaan, menjadi hanya 12.906 unit ATM. Dengan demikian, ada 121 unit ATM Bank Mandiri yang tutup.

Lebih jauh, pemangkasan jumlah unit ATM Bank Mandiri yang tersedia sudah terjadi sejak 2019 hingga 2022. Padahal, pada 2019 ada sebanyak 18.291 ATM, pada 2020 menjadi hanya 13.217 ATM. Penutupan terus berlangsung sampai dengan 2021 yang tersisa 13.087 ATM, sementara pada 2022 Bank Mandiri memiliki 13.027 unit ATM.

(fad/aji)

No more pages