Bloomberg Technoz, Jakarta - Gojek, sayap usaha on demand service dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), akhirnya mencatatkan laba setelah 14 tahun beroperasi. Gojek mencatatkan laba operasional Rp20 miliar pada kuartal IV-2023, membalikan dari rugi Rp1,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Hal tersebut terungkap dalam presentasi GOTO terkait kinerja keuangan 2023 yang dikutip pada Selasa (19/3/2024). Dengan pencapaian, Gojek menjadi lini bisnis GOTO pertama yang mencatatkan laba. Adapun lini bisnis e-commerce lainnya, yakni e-commerce, financial technology dan logistics masih mencatatkan rugi.
Dalam siaran pers hari ini, GOTO menyatakan terus menurunkan cost to serve unit bisnis On-Demand Services, serta terus memperluas jangkauan produk unggulan ke berbagai kota. Hal ini dilakukan menjangkau pengguna secara masif dengan tetap mempertahankan pendapatan mitra pengemudi. Langkah ini mendorong meningkatnya jumlah pengguna baru serta reaktivasi pengguna nonaktif (dormant users).
Gojek meraih EBITDA yang disesuaikan senilai Rp239 miliar pada kuartal IV-2024, atau 1,71% dari GTV On-Demand Services. Hal ini didorong oleh pendapatan bruto meningkat 7,2% dibandingkan kuartal sebelumnya, mencapai sebesar Rp3,2 triliun.
"Hal ini turut dipengaruhi oleh value-added service serta peningkatan pendapatan iklan, yang mendorong take rate unit bisnis On-Demand Services sebesar 66 basis poin quarter-on-quarter. Untuk keseluruhan 2023, pendapatan bruto meningkat 4% dibandingkan tahun sebelumnya, seiring peningkatan take rate bisnis On-Demand Services sebesar 270 basis poin," tulis pernyataan GOTO
Sementara itu, insentif dan pemasaran produk di Gojek pada kuartal IV-2023 berkurang 21% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara beban kas operasional rutin pada kuartal yang sama berkurang 37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Gross transaction value (GTV) unit bisnis On-Demand Service pada kuartal IV-2023 meningkat 4% quarter-on-quarter menjadi Rp14 triliun. Pencapaian ini menandai peningkatan GTV selama dua kuartal berturut-turut, seiring unit bisnis ini kembali kepada momentum pertumbuhan.
"Dibandingkan tahun sebelumnya, GTV untuk tahun buku 2023 mengalami penurunan 9% yang dipengaruhi berkurangnya pemberian insentif selama 2023," tulis GOTO
Opsi transportasi terjangkau diluncurkan di kota-kota baru, mendorong peningkatan GTV produk tersebut sebesar 20% pada 4Q2023. Sekitar 40% pengguna dalam periode tersebut merupakan pelanggan baru atau pelanggan yang sebelumnya nonaktif.
Layanan langganan pesan antar makanan terus tumbuh. Hal ini ditandai dengan meningkatnya belanja pengguna dan frekuensi penggunaan sekitar tiga kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan pengguna yang tidak berlangganan layanan tersebut.
Di tahun 2024, Perseroan akan terus memperluas pilihan produk value-added di lini On-Demand Service. Hal ini seiring dengan upaya untuk terus meningkatkan wallet share bagi konsumen seraya memperluas skala dan jangkauan untuk konsumen mass market.
Gojek merupakan startup yang didirikan oleh Nadiem Makarim dan rekan-rekannya pada 2010 lalu. Saat ini Gojek telah beroperasi di lebih 50 kota di Indonesia dan juga beroperasi di Vietnam dan Singapura.
(ibn/dba)