Bloomberg Technoz, Jakarta - Japfa Ltd., induk PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dikabarkan akan mundur dari bursa saham Singapura.
Dilansir dari Bloomberg, Jumat (8/3/2024), sumber yang mengetahui rencana ini mengatakan, Japfa Ltd., tengah menjajaki pinjaman dari sejumlah bank sekitar US$150 juta. Pinjaman ini akan digunakan untuk mendukung langkah go private.
Potensi delisting perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar atau market cap sekitar US$313 juta itu masih dalam tahap diskusi. Belum ada keputusan final yang dibuat.
Saham Japfa Ltd. sendiri telah mengakumulasi penurunan 7% sejak awal tahun ini di bursa saham Singapura.
Didirikan pada 1970, Japfa Ltd. memiliki fasilitas di Indonesia, Vietnam, India, Myanmar dan Bangladesh. Fasilitas ini memproduksi semua kebutuhan ternak atau poultry.
Laporan tahunan perusahaan tahun 2023 mencantumkan empat pemegang saham utama dengan nama keluarga Santosa, termasuk pendiri perusahaan Ferry Teguh Santosa.
Kemudian, ada nama Renaldo Santosa, anggota direksi Japfa yang memiliki total kepemilikan sebesar 60,70% hingga Maret lalu. Dia tidak menanggapi email dari Bloomberg News yang meminta komentar. Perwakilan Japfa menolak berkomentar.
Isu tersebut membuat saham JPFA di BEI mendadak berbalik arah. Harga saham cenderung melemah sepanjang sesi satu, bahkan sempat menyentuh level terendah di Rp1.175/saham.
Mulai sesi dua, harga berbalik arah, hingga sempat menyentuh level tertinggi Rp1.250/saham. Hingga pukul 14.31, saham JPFA telah mengakumulasi kenaikan 45 poin atau setara 3,75% ke level Rp1.245/saham.
(red)