Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan hari ini. Sempat menapaki jalur hijau, Indeks tertahan  di zona merah mulai perdagangan Sesi II.

Pada Senin (4/3/2024), IHSG finis di posisi 7.276,75. Terkoreksi 0,48% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

IHSG mengawali hari di jalur hijau hingga sekira pukul 09:50 WIB. Sempat terpeleset ke zona merah, Indeks mampu kembali menghijau hingga pukul 11:35 WIB.

Pada pukul 11:40 WIB, IHSG terperosok ke zona merah. Ini bertahan hingga penutupan pasar.

Sementara indeks saham utama Asia lainnya bergerak variatif. Nikkei 225 (Jepang), Shanghai Composite (China), Sensex (India), TAIEX (Taiwan), dan PSEI (Filipina) menguat masing-masing 0,5%, 0,41%, 0,13%, 1,95%, dan 0,46%.

Namun ada pula yang finis di jalur merah. SETI (Thailand), Straits Times (Singapura), dan Hang Seng (Hong Kong) terpangkas masing-masing 0,26%, 0,47%, dan 0,04%.

Indeks Nikkei 225 mampu menembus level 40.000 untuk kali pertama dalam sejarah. Bloomberg News mengabarkan, seperti dikutip dari Kyodo, pemerintah Jepang secara resmi mulai mendiskusikan bahwa ekonomi Jepang sudah lepas dari jerat deflasi.

“Saat pasar menyentuh rekor baru, maka biasanya akan bertahan di dekat situ. Nikkei 225 yang mencapai 40.000 menunjukkan bahwa investor bersikap bullish terhadap saham-saham di Jepang,” tegas Daiju Aoki, Regional Chief Investment Officer di UBS SuMI Trust Wealth Management Co, seperti diwartakan Bloomberg News.

Di China, pelaku pasar akan mengalihkan fokus ke Kongres Rakyat Nasional ke-14 yang digelar di Beijing mulai besok. Investor akan menunggu apakah pemerintahan Presiden Xi Jinping bakal mengumumkan paket stimulus ekonomi terbaru.

Di sisi lain, pelaku pasar juga akan menantikan paparan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve Jerome ‘Jay’ Powell di hadapan Kongres, pekan ini. Paparan itu diharapkan memberi gambaran lebih jelas mengenai ‘suasana kebatinan’ The Fed, terutama soal waktu pelaksanaan pelonggaran moneter.

“Kami tidak berekspektasi bahwa Gubernur akan melenceng jauh dari apa yang dikemukakan akhir-akhir ini. Para pejabat The Fed masih akan ‘wait and see karena data masih agak ambigu,” kata John Briggs dari NatWest Markets dalam risetnya.

(aji)

No more pages