Kelsey Butler - Bloomberg News
Bloomberg, Angka kematian ibu di Amerika Serikat (AS), yang selama ini sudah lebih tinggi dari negara-negara lainnya yang setara, tercatat meningkat tajam selama pandemi Covid-19.
Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS menunjukkan lebih dari 1.200 perempuan di negara tersebut meninggal akibat komplikasi saat kehamilan atau kelahiran. Data yang dirilis pada Kamis (16/3) ini menunjukkan terjadi 32,9 kematian dari setiap 100 ribu kelahiran.
Penyebaran Covid-19 merupakan salah satu penyebabnya, seperempat dari kematian pada tahun 2020 dan 2021 disebabkan oleh virus tersebut, menurut laporan Kantor Akuntabilitas Pemerintah (Government Accountability Office/GAO) AS pada Oktober lalu.
Akan tetapi data CDC terbaru itu memperlihatkan hanya sedikit kemajuan pada faktor-faktor lain yang menyebabkan tingginya angka kematian ibu dan AS.

CDC mentakan pada September lalu bahwa sebelum periode pandemi, seperempat kematian terkait kehamilan dapat dihubungkan dengan bunuh diri, over dosis atau masalah kesehatan jiwa. Badan ini menyebutkan bahwa lebih dari 80 persen kematian itu sebenarnya bisa dicegah.
Kelompok-kelompok marjinal terus menjadi penyumbang terbesar pada angkat kematian ibu ini. Di kalangan para ibu keturunan Afrika terjadi 69,9 kematian dari 100 ribu kelahiran, lebih dari dua kali angka di kalangan para ibu kulit putih. Data dari tahun ke tahun ini, menurut laporan itu, menunjukkan peningkatan angka kematian yang "signifikan" di setiap kelompok masyarakat.
Dalam studi CDC tahun 2017-2019 ditemukan bahwa sekitar seperempat kematian ibu terjadi saat kehamilan dan seperempat lagi terjadi satu minggu setelah melahirkan. Sementara itu, 50 persen sisanya terjadi di tahun pertama setelah kelahiran. Penyebab kematian utama pada kaum ibu adalah bunuh diri, pendarahan, masalah jantung, dan infeksi.
CDC mengatakan bahwa akses pada asuransi kesehatan untuk pemeriksaan saat kehamilan dan setelah kelahiran, ditambah dengan kemudahan transportasi ke fasilitas kesehatan akan dapat membantu menurunkan angka kematian ibu ini.
Sejumlah studi lain mengisyaratkan bahwa AS perlu lebih baik dalam memanfaatkan program-program yang membantu menurunkan kematian seperti penggunaan bidan yang lebih banyak, asuransi pemerintah dan cuti hamil.
Data dari Yayasan Bill & Melinda Gates pada 2021 menunjukkan bahwa angka kematian ibu AS ini tiga kali lebih besar dari Kanada dan delapan kali lebih tinggi dari Inggris. Sementara dibandingkan dengan Australia, angka ini 11 kali lebih tinggi.
Pada Juni tahun lalu, Gedung Putih menerbitkan rencana untuk mengatasi angka kematian di kalangan ibu baru dan ibu hamil. Langkah-langkah yang direncanakan antara lain meminta setiap negara bagian memperluas cakupan asuransi Medicaid dari dua bulan sejak kelahiran menjadi satu tahun.
Rencana Gedung Putih ini juga meliputi langkah pengajuan dana sebesar US$ 470 juta untuk kegiatan seperti pelatihan bagi penyelenggara kesehatan, riset, dan pengumpulan data.
(bbn)