Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bitcoin mencatatkan melemahan 1,1% ke level US$51.520,7 hingga Senin pagi pukul 9:20 waktu Indonesia. Memperpanjang tren pelemahan dalam sepekan lalu yang sekitar 1,8%.

Meski begitu analis percaya dalam beberapa saat lagi Bitcoin akan berbalik arah dan menguat. Faktor peristiwa halving yang kemungkinan terjadi bulan April jadi salah satu faktornya.

“Tren kenaikan Bitcoin berhenti sejenak setelah tren yang mengesankan selama empat minggu. Setelah reli yang kuat, aksi ambil untung akan terjadi,” kata Fiona Cincotta, analis pasar keuangan senior di City Index Ltd.

“Namun, dengan adanya peristiwa halving pada bulan April, yang memperlambat pasokan, Bitcoin dapat segera menemukan semangatnya kembali.”

Ahli strategi di JPMorgan Chase & Co pada hari Kamis menulis bahwa halving kemungkinan sudah tercermin dalam harga Bitcoin saat ini, meskipun perubahan tersebut belum akan terjadi sampai sekitar bulan April.

Pada bagian lain para investor ritel sedang antusias dengan persetujuan baru-baru ini atas dana yang diperdagangkan di bursa (ETF Spot) Bitcoin dan peristiwa halving —yang akan memotong pasokan Bitcoin hasil penambangan digital dan baru dicetak menjadi setengahnya. Kedua peristiwa terbukti menaikkan harga aset ini sebesar 25% dalam beberapa minggu terakhir.

Penurunan Bitcoin dalam sepekan. (Dok: Bloomberg)

Bitcoin telah meninggalkan posisi stabilnya pada pekan lalu, US$52.000-an, dengan faktor terbaru bahwa koin paling berharga dalam mata uang kripto ini kehilangan tenaga untuk tumbuh.

Bitcoin terancam  berada di jalur untuk minggu merah pertamanya dalam lebih dari sebulan. Hingga Jumat waktu AS, penurunan terpantau di level 1,8%. Reli yang terjadi sejak akhir Januari tampak surut untuk sementara.

- Dengan asistensi Elijah Nicholson-Messmer.

(wep)

No more pages