Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga batu bara turun pada perdagangan kemarin. Si batu hitam memang tengah menghadapi periode sulit.
Pada Rabu (14/2/2024), harga batu bara di pasar ICE Newcastle ditutup di US$ 119,75/ton. Turun 0,62% dibandingkan hari sebelumnya.
Batu bara belum bisa lepas dari tren negatif. Dalam sebulan terakhir, harga komoditas ini jatuh 7,78% secara point-to-point.
Permintaan yang menurun membuat harga batu bara sulit bangkit. Mengutip catatan Kpler, impor batu bara negara-negara Asia adalah 77,65 juta ton pada Januari. Turun 5% dibandingkan bulan sebelumnya.
Impor batu bara China bulan lalu adalah 27,92 juta ton, berkurang 11,62% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara impor batu bara India pada Januari adalah 13,42 juta ton, terendah sejak Agustus.
Analisis Teknikal
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara memang masih bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 37,54. RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Sementara indikator Stochastic RSI ada di 95,27. Sudah di atas 80, yang berarti sudah jenuh beli (overbought).
Oleh karena itu, sepertinya tekanan terhadap harga batu bara masih bisa berlanjut. Target support terdekat adalah US$ 115/ton. Penembusan di titik ini bisa membawa harga batu bara turun ke US$ 111/ton.
Sementara target resisten terdekat ada di US$ 123/ton. Jika tertembus, maka US$ 127/ton bisa menjadi resisten berikutnya.
(aji)