Bloomberg Technoz, Jakarta - Manajamen raksasa e-commerce Amazon sedang bergulat dengan perlambatan pertumbuhan belanja online dan kemungkinan resesi ekonomi. Perusahaan juga bersiap untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) lagi pada karyawannya.
PHK terbaru ini akan dimulai pada hari ini (18/1/2023). Karyawan divisi ritel dan sumber daya manusia (SDM) akan terkena dampak. PHK itu akan mewakili 1% dari total tenaga kerja Amazon.
Pada awal bulan ini Amazon mengumumkan akan melakukan PHK pada 18.000 karyawan dan jadi terbesar dalam sejarah. Sejatinya PHK sudah dimulai tahun lalu. Korban pertamanya divisi Amazon Devices dan Services yang mengembangkan asisten digital Alexa dan speaker pintar Echo.

Penghapusan dimulai tahun lalu dan awalnya paling sulit dilakukan pada grup Perangkat dan Layanan Amazon, yang membuat asisten digital Alexa dan speaker pintar Echo.
"Amazon telah melewati ekonomi yang tidak pasti dan sulit di masa lalu, dan kami akan terus melakukannya," kata Chief Executive Officer Andy Jassy awal bulan ini dalam sebuah memo kepada karyawan, dilansir dari Bloomberg News, Rabu (18/1/2023).
“Perubahan ini akan membantu kami mengejar peluang jangka panjang dengan struktur biaya yang lebih kuat.”
Perubahan ini akan membantu kami mengejar peluang jangka panjang dengan struktur biaya yang lebih kuat
CEO Amazon.com Andy Jassy
Tahun lalu, Amazon banyak melakukan penyesuaian bisnis karena penurunan tajam pertumbuhan bisnis e-commerce dampak dari berubahnya kebiasaan konsumen yang kembali ke kebiasaan belanja sebelum pandemi Covid-19.
Amazon menunda pembukaan gudang dan menghentikan perekrutan grup ritel. Kebijakan ini sudah diterapkan pada divisi korporat, dan kemudian perusahaan melakukan PHK.
Amazon termasuk di antara beberapa perusahaan teknologi besar yang memangkas karyawannya, termasuk Cisco Systems Inc., Intel Corp., Meta Platforms Inc., Qualcomm Inc. dan Salesforce Inc.
Dalam memonya, Jassy mengatakan perusahaan yang berbasis di Seattle itu akan memberikan pesangon, tunjangan kesehatan transisi, dan membantu mencari tempat kerja baru kepada pekerja yang terkena dampak.
(roy/bbn)