Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, JakartaLithium ferro phosphate (LFP) diproyeksikan lebih mendominasi pasar baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dibandingkan dengan nickel manganese cobalt (NMC) pada 2027. 

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan LFP memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan NMC, yakni lebih murah karena tidak menggunakan nikel dan memiliki siklus hidup lebih panjang.

Penggunaan baterai LFP juga bisa membuat harga kendaraan listrik lebih murah 30% dari NMC. 

“Memang cocok [menggunakan LFP] kalau ingin mendorong pasar untuk kendaraan listrik, karena bisa lebih murah. Itu lah kenapa produsen China menggunakan LFP,”  ujar Fabby saat dihubungi, Rabu (24/1/2024). 

Mobil Listrik Tesla (Doc. Tesla)

Saat ini, LFP dan NMC merupakan dua jenis teknologi yang banyak digunakan oleh produsen mobil listrik di dunia. 

Namun, akhir-akhir ini produsen mobil listrik mulai beralih ke LFP. Produsen asal China juga menggunakan LFP untuk produknya, di antaranya adalah Wuling dan Build Your Dreams (BYD). 

“Ini juga menjadi pendorong kenaikan pangsa pasar LFP dari 2020 hanya 6% di 2023 mencapai di atas 40%,” ujar Fabby.

Tidak dapat dimungkiri, saat ini NMC masih mendominasi pasar baterai mobil listrik. Namun, Fabby memproyeksikan bahwa LFP akan mendominasi pasar setelah 2027. 

Walaupun LFP diproyeksikan bakal mendominasi, kata Fabby, NMC masih tetap akan digunakan. Dengan demikian, peningkatan permintaan LFP tidak serta merta akan menggerus permintaan NMC khususnya melalui program hilirisasi nikel yang saat ini tengah menjadi fokus pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). 

Baterai Nikel untuk Truk

NMC diproyeksikan bakal dialihkan untuk kendaraan berat seperti bus listrik, truk listrik bahkan kendaraan pertambangan yang lebih ramah lingkungan. Sebab, NMC memiliki keunggulan densitas energi yang tinggi. 

“Kalaupun pangsa di mobil penumpang itu akan menurun, tetapi dengan kendaraan listrik bergeser ke kendaraan heavy duty vehicle, truk, bus,, kendaraan petambangan, kebutuhan [nikel] untuk baterai masih akan diperlukan,” ujarnya. 

“Menurut pandangan saya, kebutuhan untuk nikel baterai pada 1 dekade mendatang tidak akan berkurang. Walaupun NMC pangsa pasar turun, tetapi volume naik,” lanjutnya. 

Sumber pasok nikel dunia./dok. Bloomberg

Pesmisme Permintaan  Nikel

Di lain sisi, Faby pesimistis permintaan nikel masih akan tumbuh signifikan, apalagi pasokan nikel di Indonesia juga mengalami penurunan. 

“Kadar nikel kita yang kadar tinggi makin tipis, mungkin dalam waktu 7 tahun akan habis, tetapi mengolah nikel kadar rendah masih banyak. Dengan perkiraan kecepatan ekstraksi sekarang, mungkin dalam 10—15 tahun cadangan nikel sudah menurun drastis. Jadi ketika orang tidak butuh nikel, mungkin nikel kita sudah habis juga. Atau ditambang dengan harga mahal, tetapi kan tidak laku dengan harga mahal,” jelasnya.


(dov/wdh)

No more pages