Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta -  Perusahaan teknologi dan mesin pencarian Google, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali pada awal tahun 2024. Lalu berapa pesangon PHK karyawan Google di awal tahun 2024 ini, yang disebut menembus ratusan dolar AS.

PHK kali ini dilayangkan pada tim asisten digital, hardware, dan teknik, meliputi divisi Google Assistant dan divisi tim hardware. PHK pada tahun ini, terhitung lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yaitu pada 2023 sebanyak 12.000 posisi.

Dalam keputusan sebelumnya di wilayah Irlandia diketui pesangon per karyawan mencapai US$320.000, dilansir Business Insider. Sementara gaji pokok yang diterima pada divisi yang terdampak PHK tersebut, dilansir dari Glassdoor:

  1. Software Engineer kisaran gaji US$214 ribu - US$308 ribu per tahun
  2. Senior Software Engineer kisaran gaji US$278 ribu - US$411 ribu per tahun
  3. Hardware Engineer kisaran gaji US$204 ribu - US$310 ribu per tahun
  4. Engineering Manager kisaran gaji US$341 ribu - US$526 ribu per tahun

Jika dikalkulasikan ke dalam rupiah berarti untuk Software Engineer sekitar Rp4,6 miliar, Senior Software Engineer sekitar Rp6,2 miliar, Hardware Engineer sekitar Rp4,8 miliar, dan Engineering Manager sekitar Rp7,8 miliar.

Melansir dari Blog Google yang ditulis oleh CEO Google dan Alphabet Sundar Pichai pada tahun lalu, berikut pesangon PHK Google tahun 2023:

  1. Pembayaran pada karyawan akan berlangsung selama periode minimal 60 hari dengan pemberitahuan penuh.
  2. Google akan menawarkan paket pesanfon mulai dari 16 minggu gaji ditambah dua minggu untuk setiap tambahan tahun kerja di Google.
  3. Akan membayar bonus pada tahun 2022 dan sisa cuti.
  4. Akan menawarkan enam bulan layanan kesehatan, layanan penempatan kerja setelah di Google, dan layanan dukungan imigrasi bagi yang terdampak.
  5. Untuk karyawan luar AS, akan memberikan layanan sesuai dengan praktik lokal.

PHK pada Google dilakukan ketika bisnis kunci perusahaan  merasakan 'panasnya' persaingan bidang kecerdasan buatan (artificial intelligance/AI) dari pesaingnya Microsoft Corp dan OpenAI dengan ChatGPT-nya.

Google melakukan PHK kali ini dengan alasan pihaknya butuh bergerak lebih efisien, dengan salah satu keputusannya adalah melakukan penyesuaian sumber daya mereka dengan prioritas produk terbesar.

Salah satu yang terdampak pada PHK kali ini, Kevin Bourrillion yang sudah bekerja pada Google selama 19 tahun, bercerita perjalanannya selama bekerja. Ia bergabung dalam tim yang beranggotakan 16 orang. Ia pun mengaku keputusan PHK di tim yang dipimpin adalah hal sulit.

Meski merugikan, Kevin mengakui pada kasusnya ia menerima dengan lapang dada, karena dari Kevin sendiri juga menginginkan perubahan dalam keseharian pada hidupnya. "PHK memang menyebalkan, tapi dalam kasus saya... tidak apa-apa, karena saya sudah lama membutuhkan semacam perubahan dalam hidup saya." jelas Kevin.

(fik/wep)

No more pages