Bloomberg Technoz, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bantah ketiga calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) peserta pemilihan umum (pemilu) 2024 akan debat antikorupsi dalam acara KPK, Rabu (17/1/2024). Wakil ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan undangan yang akan diberikan KPK kepada ketiga capres-cawapres muatannya bukan berupa adu debat antar pasangan.
“Sesungguhnya muatannya bukan untuk mengajak untuk memperdebatkan program pemberantasan korupsi. tapi kami hanya ingin menyampaikan peta, potensi, tantangan, dan hambatan pemberantasan korupsi,” ujarnya pada konferensi pers di Kantor KPK, Jumat (12/01/2023).
Agenda yang bertajuk Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Berintegritas atau Paku Integritas merupakan forum yang digagas KPK untuk membahas rencana dan pakta komitmen masing-masing capres-cawapres dalam pemberantasan korupsi.
“Jadi kami klarifikasi, tidak ada debat ya, ucap Nurul Ghufron.
Ia menjelaskan, agenda ini digagas agar Presiden yang memimpin selanjutnya memiliki jiwa pemberantasan korupsi yang nantinya dapat memimpin pemberantasan korupsi di Indonesia.

Wakil ketua umum KPK itu berharap, para capres-cawapres dapat memaparkan rencana strategis dan langkah operasional uang lebih teknis dari sekedar yang dijanjikan pada forum-forum sebelumnya.
Selain itu, Nurul Ghufron juga mengatakan KPK akan menyampaikan beberapa persoalan terkait tindak pidana korupsi dan dinamika apa saja yang akan dihadapi oleh pemimpin Indonesia.
“Kami ingin memaparkan realitanya dulu, tentang SPI (survei penilaian integritas), tentang IPAK (indeks perilaku antikorupsi), tentang IPK (indeks persepsi korupsi), tentang struktur yang banyak pembatas korupsinya, pencegahannya,” jelas Ghufron.
Terakhir, menurutnya janji-janji presiden untuk membuat Indonesia yang adil dan makmur hanya dapat tercapai apabila mereka berkomitmen dalam pemberantasan korupsi.
(azr/frg)