Todd Gillespie - Bloomberg News
Bloomberg, Citigroup Inc menyatakan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 20.000 karyawannya setelah membukukan kerugian sekitar US$1,8 miliar atau setara Rp27,96 triliun pada kuartal keempat.
Hal itu dilakukan untuk menghemat sebanyak US$2,5 miliar sebagai upaya untuk meningkatkan laba Wall Street yang tertinggal. Pengeluaran perusahaan diperkirakan turun ke kisaran US$51 miliar hingga US$53 miliar pada akhir tahun 2026.
Sementara itu, Citigroup memperkirakan akan mengeluarkan biaya sebesar US$1 miliar terkait dengan pembayaran pesangon dan restrukturisasi bank tahun ini.
Chief Executive Officer Citigroup Jane Fraser mengatakan, penghematan biaya membantu menutupi kuartal keempat yang mengecewakan, saat pedagang pendapatan tetap Citigroup mengalami kinerja terburuk dalam lima tahun karena suku bunga dan mata uang tersengat oleh kemerosotan aktivitas klien pada minggu-minggu terakhir tahun ini.
“Pendapatan dari bisnis ini merosot 25% menjadi US$2,6 miliar. Kuartal keempat sangat mengecewakan. Mengingat seberapa jauh kita menempuh jalur penyederhanaan dan divestasi, tahun 2024 akan menjadi titik balik,” kata Fraser dalam pernyataannya.
Adapun PHK terhadap 20.000 dimulai pada September. Fraser mengatakan langkah ini memungkinkan bank tersebut mengurangi birokrasi manajemen dari 13 lapisan manajemen menjadi hanya delapan.
Sementara itu, perusahaan akan mulai menghilangkan lebih banyak peran sebagai bagian dari reorganisasi mulai 22 Januari. Citi masih memperkirakan akan menyelesaikan pemotongan tersebut pada akhir kuartal pertama.
“Restrukturisasi akan menghemat US$1 miliar Citigroup per tahun dan mengakibatkan 5.000 peran yang sebagian besar dipegang oleh manajer dihilangkan,” kata Fraser.
Fraser juga mengatakan perombakan ini akan membantunya meningkatkan profitabilitas sebagai laba atas ekuitas umum setidaknya 11% pada 2027.
Chief Financial Officer Citigroup Mark Mason mengatakan, secara keseluruhan, jumlah karyawan Citigroup di seluruh perusahaan akan berkurang sebanyak 60.000 pekerjaan menjadi 180.000 pada akhir tahun 2026.
Citigroup pada kuartal keempat mengalami kerugian US$1,8 miliar atau US$1,16 per saham. Hal ini mencakup sejumlah pembayaran yang hanya sekali dibayarkan, termasuk biaya sebesar US$780 juta terkait dengan pesangon yang ditawarkan bank kepada karyawan yang terkena dampak restrukturisasi.
Perusahaan juga mencatat biaya operasional sebesar US$1,7 miliar pada kuartal tersebut untuk menutupi penilaian khusus guna mengisi kembali kas Federal Deposit Insurance Corp setelah serangkaian bank bangkrut tahun lalu.
(bbn)