Bloomberg Technoz, Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membidik persetujuan rencana pengembangan atau plan of development (PoD) tahap 1 wilayah kerja (WK) Geng North-1, Blok North Ganal dapat diputuskan pada Juni tahun ini.
Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo mengatakan saat ini instansinya juga tengah terjun langsung dan terlibat dalam melakukan validasi data cadangan pasti pada lapangan yang berada di Kalimantan Timur itu.
"Ada timnya SKK Migas yang langsung terlibat di dalam proyek pada waktu melakukan evaluasi studi," ujar Wahju saat ditemui, Kamis (11/1/2024).
Wahju mengatakan langkah tersebut merupakan salah satu upaya mempercepat target persetujuan blok yang dioperatori oleh perusahaan migas asal Italia, Eni SpA.
Meski demikian, dia menggarisbawahi percepatan pengerjaan evaluasi studi dan data secara paralel tersebut tak sampai melewatkan kewajiban langkah persiapan produksi dalam pengembangan gas ke depan.
"Kuncinya kita jangan sampe short cut. Maksudnya memotong kompas gitu, ada prosedur yang dilewatkan, itu kan tidak boleh. Jadi prosedurnya tetap, tetapi mungkin pekerjaan yang paralel bisa dilakukan," ujar dia.
Dia berharap langka percepatan dalam proyek Geng North-1 itu nantinya dapat menjadi contoh terhadap pengembangan lapangan migas di Indonesia yang terbilang masih cukup lama dan berlarut-larut.
"Kalau kita bisa mempercepat Geng North itu bisa jadi preseden. Kalau misalnya 2027 atau 2028 bisa onstream, hanya 4 tahun. Coba kita cek yang lain, [Lapangan ] Abadi [Blok Masela] 20 tahun, Tangguh juga sama."
"Kalau ini bisa 3 tahun, kita ngomong ke dunia 'hey, [proyek] deepwater yang sangat susah kita 4 tahun bisa onstream'. Nah itu bisa bikin preseden yang berbeda untuk industri migas kedepan."
Eni sebelumnya berhasil menemukan cadangan gas di WK North Ganal, Kalimantan Timur. Temuan cadangan gas itu diperkirakan memiliki potensi penyimpanan awal sebesar 5 triliun kaki kubik atau trillion cubic feet (TCF).
CEO Eni Claudio Descalzi menyebut ladang gas tersebut ditemukan di dekat Bontang. Hal itu disampaikan oleh Descalzi saat diwawancara oleh Yousef Gamal El-Din di Bloomberg Daybreak: Middle East and Africa.
"Kami telah membuat penemuan besar. Kami menemukan lebih dari 5 TCF gas alam, sekitar 150 juta meter kubik gas konvensional dan 400 juta meter kubik gas kondensat yang berlokasi di area yang baik dan dekat dengan fasilitas kami," ungkap Descalzi.
Eni juga melaporkan hasil uji produksi sumur yang memungkinkan dengan perkirakan kapasitas sumur hingga 80—100 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) gas dan sekitar 5—6 kbbld kondensat.
Temuan itu berpotensi menjadi pusat produksi gas baru di bagian utara cekungan Kutai yang bakal terhubung dengan fasilitas LNG Bontang di pesisir Kalimantan Timur.
(ibn/wdh)