Bloomberg Technoz, Jakarta - Broker asing ramai-ramai memasang sikap bullish untuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun ini.
Setelah Citigroup yang memiliki target IHSG di level 7.750, giliran lembaga keuangan global JP Morgan yang memasang target 7.500 hingga akhir tahun.
Itu merupakan target moderat dari JP Morgan. Tim riset JP Morgan yang terdiri dari Henry Wibowo, Arnantto Januri dan lainnya memiliki target optimis di level 7.900. Sedang target pesimis di 6.000.
Faktor fundamental yang mendorong target IHSG di antaranya, potensi Indonesia yang diuntungkan dari pergeseran rantai pasokan logan dan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Asia.
Pada saat yang bersamaan, kapitalisasi pasar atau market cap IHSG sebesar US$760 miliar pada 2023 merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Namun, penetrasi pasar modal di Indonesia masih kurang dalam, sehingga masih ada potensi untuk tumbuh.
Itu menjadi alasan tim riset JP Morgan optimistis IHSG akan mencetak kinerja tinggi pada 2024.
"Kami percaya Indonesia akan memberikan kinerja luar biasa dan menjadi salah satu fokus utama di Asia Tenggara mengingat reformasi strukturalnya," tulis tim riset JP Morgan, dikutip Rabu (11/1/2023).
Faktor Pemilu
Citigroup memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan naik 6% menjadi 7.750 pada Juni 2024. Hal itu imbas dari belanja Pemilu 2024 yang meningkat dan hasil pemungutan suara dianggap akan berjalan mulus.
“Kami mempertahankan pandangan positif terhadap pasar hingga akhir semester-I 2024 karena berlanjutnya belanja pemerintah, pandangan positif terhadap likuiditas sektor perbankan, dan pemulihan belanja konsumen,” tulis analis Citi Ferry Wong dan Felicia Barus dalam laporannya dikutip Rabu (10/1/2024).
Dalam laporan tersebut, pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming diprediksi akan memenangkan Pemilu 2024 untuk putaran pertama pada 14 Februari karena popularitasnya yang meningkat.
Jika skenario itu terjadi, maka kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan berlanjut. Ini menjadi sentimen tambahan untuk pergerakan IHSG. Selain itu, indeks tersebut juga ditopang oleh kelanjutan kebijakan Presiden Joko Widodo.
JP Morgan juga memberikan catatan, IHSG akan mengalami fluktuasi lebih tinggi di semester I-2024 mengingat adanya pemilu. Pergerakan IHSG lebih stabil memasuki semester II-2024, sejalan dengan sudah adanya kepastian hasil pemilu.
(mfd/dhf)