Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Jumat (5/1/2024), dibuka menguat. Pada pukul 9.08, indeks mencatat kenaikan 36,13 poin atau setara dengan 0,49% ke level 7.395. Kenaikan tersebut berhasil mencetak All Time High terbaru sepanjang masa IHSG.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan tercatat 1,54 miliar saham dengan nilai transaksi Rp956 miliar. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 112.958 kali.
Sebanyak 204 saham menguat dan 168 saham melemah. Sementara, 226 saham tidak bergerak.
Sentimen pada perdagangan hari ini utamanya datang dari global. Semalam, indeks saham utama Amerika Serikat bergerak mixed, terutama indeks Nasdaq 100 yang turun untuk hari kelima berturut-turut, sebagai tanda tekanan jual di antara saham-saham teknologi yang unggul tahun lalu. Pelemahan tersebut mendorong indeks ekuitas global turun untuk hari ketiga.
Sejumlah investor menyesuaikan kembali perkiraan pengguntingan suku bunga acuan Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) daripada data pekerjaan yang kuat. Data tersebut memberi gambaran perusahaan AS meningkatkan perekrutan pada Desember dan klaim pengangguran ada di bawah perkiraan.
Seperti yang diwartakan Bloomberg News, trader kini melihat sekitar 65% kemungkinan The Fed akan menurunkan suku bunga pada Maret, turun dari sekitar 85% pada minggu kemarin. Data pekerjaan AS utama hari Jumat untuk Desember mungkin menawarkan lebih banyak kejelasan tentang langkah selanjutnya untuk suku bunga.
Jumlah gaji non-pertanian kemungkinan meningkat 175.000 pada Desember, sementara tingkat pengangguran terlihat naik sedikit menjadi 3,8%, menurut para ekonom yang disurvei oleh Bloomberg.
"Tidak ada data yang menunjukkan urgensi dari pembuat kebijakan untuk mulai menormalkan tingkat bunga lebih rendah selama kuartal pertama," kata Ian Lyngen, Ahli Strategi di BMO Capital Markets.
Tim Research Phillip Sekuritas Indonesia memaparkan, dokumen FOMC Minutes, yang merupakan naskah dari pertemuan kebijakan Federal Reserve bulan lalu, mengubur harapan pemangkasan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Para pejabat tinggi Federal Reserve sepakat bahwa suku bunga akan tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama guna memastikan inflasi dapat dikendalikan.
“Hal ini mengguncangkan kepercayaan di lantai perdagangan, di mana investor berspekulasi bahwa pemangkasan suku bunga mungkin terjadi paling cepat pada Maret 2024 setelah pernyataan Federal Reserve di penutupan pertemuan kebijakan bulan lalu memberi indikasi adanya tiga pemangkasan suku bunga sepanjang tahun 2024,” tulis riset harian Tim Research Phillip Sekuritas.
(fad)