Cliff Venzon - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa Efek Filipina memperkirakan jumlah penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) akan meningkat dua kali lipat pada 2024, setelah tahun yang lesu dengan lebih banyak pencatatan saham (delisting) dibandingkan dengan debut.
Enam perusahaan akan go public di bursa tahun ini dimulai dengan Citicore Renewable Energy Corp., kata Presiden Ramon Monzon dalam sebuah pernyataan. Bursa tersebut mencatat tiga IPO tahun lalu – jauh di bawah targetnya yaitu 14 – sementara empat perusahaan secara sukarela menghapus pencatatannya.
PSE memperkirakan modal senilai 175 miliar peso (US$3,16 miliar) akan dikumpulkan melalui bursa, sekitar 40 miliar peso di antaranya akan berasal dari IPO, kata Monzon. Modal yang dikumpulkan berjumlah 140,95 miliar peso tahun lalu, naik 27,8% dari 2022.
“Perkiraan perbaikan dalam indikator makroekonomi siap untuk mendorong kondisi pasar pada 2024,” kata Monzon, mengutip pertumbuhan ekonomi domestik dan melambatnya inflasi.
Indeks acuan Manila mungkin mencapai kisaran 6.800 hingga 8.300 poin, kata Monzon, mengutip proyeksi para analis. Indeks tersebut menetap di 6.450,04 tahun lalu, turun 1,8% dari tahun 2022. Prospek tersebut muncul karena perkiraan penurunan suku bunga oleh bank sentral AS dan Filipina, dan peningkatan belanja infrastruktur, katanya.
Untuk meningkatkan aktivitas perdagangan, Monzon mengatakan PSE akan mendorong reformasi peraturan untuk memotong pajak transaksi saham menjadi 0,1% dari 0,6%, dan pajak dividen atas non-penduduk menjadi 10% dari 25%.
Bursa juga berencana untuk melakukan inisiatif seperti menurunkan investasi minimum untuk membeli saham, perdagangan algoritmik, dan harga rata-rata tertimbang volume atau perdagangan VWAP, menurut Monzon.
(bbn)