Bloomberg Technoz, Jakarta - Saham PT Astra International Tbk (ASII) menguat setelah beberapa hari terakhir cenderung terkonsolidasi. Penguatan ini seiring dengan munculnya kepastian ekspor di tengah isu skandal Daihatsu.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ASII telah menguat 50 poin atau setara 0,90% ke level Rp5.600/saham, hingga pukul 9.58, Kamis (28/12/2023).
Saham ASII sudah dibuka menguat sejak awal pembukaan pagi ini dengan kenaikan sebesar 25 poin ke level Rp5.575/saham.
Sejauh ini, Rp5.600/saham masih menjadi yang tertinggi saham ASII sejak pembukaan perdagangan. Adapun level terendah masih di Rp5.550/saham.
Volume transaksi sebesar 5,5 juta saham dengan nilai transaksi Rp30,91 miliar. Adapun frekuensi yang terjadi sebesar 1.271 kali.
Seperti diketahui, AStra Daihatsu Motor, entitas usaha ASII yang memiliki hak ekslusif menjual merek Daihatsu, kembali melakukan pengiriman ekspor secara bertahap ke lebih dari 60 negara tujuan ekspor, mulai tanggal 26 Desember 2023. Padahal, sebelumnya produksi ADM untuk pasar ekspor ditangguhkan sementara, menunggu konfirmasi dari otoritas di negara tujuan ekspor imbas dari skandal Daihatsu.
“Saat ini kami telah mendapatkan konfirmasi dari otoritas sebagian besar negara tujuan ekspor, bahwa sudah memenuhi regulasi yang berlaku di negara tujuan ekspor tersebut,” ujar Direktur Marketing and Corporate Planning Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani kepada Bloomberg Technoz, Rabu (27/12/2023).
Selain itu, ADM bersama prinsipal telah memastikan bahwa semua kendaraan Daihatsu yang diproduksi, didistribusi, dan dipasarkan di Indonesia tidak memiliki masalah kualitas dan keselamatan.
Kendaraan Daihatsu, kata Agung, juga sudah memenuhi regulasi yang berlaku. ADM juga tetap berkoordinasi dengan otoritas pemerintah Indonesia. Sehingga pelanggan Daihatsu tetap dapat menggunakan kendaraannya dengan aman dan nyaman.
(fad/dhf)