Bloomberg Technoz, Jakarta - Investor asing tercatat masih mencetak aksi jual bersih (net sell) sepanjang tahun berjalan 2023, dengan nilai mencapai Rp9 triliun hingga perdagangan Jumat (22/12/2023), di tengah kebangkitan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat sampai dengan menyentuh tertingginya 7.237,52.
Berdasarkan data Bloomberg, secara year to date (ytd) laju IHSG mencatatkan penguatan mencapai 5,65% dan berhasil menyentuh level tertinggi sepanjang 2023.

Pergerakan IHSG sepanjang 2023 dipengaruhi kondisi eksternal dan makro ekonomi global. Salah satunya ialah sentimen atas imbal hasil atau yield obligasi Amerika Serikat (AS) atau US Treasury tenor 10-tahun yang sentuh 5% untuk pertama kalinya dalam 16 tahun, didorong oleh ekspektasi bahwa Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed), akan terus menaikkan suku bunga acuan kala itu.
Seiring dengan tekanan tersebut, nilai tukar rupiah juga terus terdepresiasi, kurs rupiah Jisdor bahkan berada di level amat rendah Rp15.946/US$. Akibatnya, investor asing catatkan jual bersih di pasar saham.
Sejauh ini terdapat 10 emiten yang paling gencar diobral besar-besaran oleh investor asing sepanjang 2023.
Adapun, investor asing paling banyak menjual saham PT United Tractors Tbk (UNTR) mencapai Rp1,33 triliun. Senada dengan tekanan jual, saham UNTR sepanjang tahun ini drop mencapai 15,54% ke posisi Rp22.025/saham.
Selanjutnya, ada saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang mencatat net sell sebesar Rp1,23 triliun. Seiring dengan terus diobral, laju pergerakannya saham INCO melemah 39,86% secara ytd ke posisi Rp4.270/saham.
Investor asing juga gemar menjauhi saham PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), dan menduduki posisi ketiga, Nilai jual investor asing atas BTPS mencapai Rp1,08 triliun, dengan tekanan itu, saham BTPS ambles 41,04% ke posisi Rp1.645/saham.
Berikut adalah daftar net sell investor asing sepanjang pada 2023 hingga 22 Desember,
- PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp1,33 triliun
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp1,23 triliun
- PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) Rp1,048 triliun
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp1,04 triliun
- PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) Rp930,29 miliar
- PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp910,85 miliar
- PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) Rp974,73 miliar
- PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp855,62 miliar
- PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Rp772,42 miliar
- PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp637,57 miliar
Meski begitu, tidak jarang saham yang mencatat aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing.
Berikut deretan saham dengan net buy terbesar sepanjang 2023,
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp5,38 triliun
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp3,37 triliun
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp2,46 triliun
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp2,13 triliun
- PT MD Pictures Tbk (FILM) Rp1,42 triliun
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp1,22 triliun
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp1,11 triliun
- PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp771,25 miliar
- PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) Rp700,3 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp694,34 miliar
(fad/wdh)