Bloomberg Technoz, Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran memprediksi butuh dana Rp 400 triliun untuk makan siang gratis dan susu gratis yang digaungkan paslon tersebut. Program ini akan menyasar 82,9 juta warga Indonesia yakni anak sekolah, ibu hamil dan para santri.
Anggota Dewan Pakar TPN Prabowo-Gibran, Drajad Wibowo dalam diskusi yang diadakan Greenpeace Indonesia dan CELIOS soal nasib transisi ekonomi hijau mengungkap besarnya bujet yang harus disediakan untuk program makan siang gratis tersebut. Konteksnya, Drajad menjelaskan bahwa Prabowo akan siap menyiapkan hingga Rp1000 triliun untuk ekonomi hijau.
Harga yang dibayar untuk kepentingan ekonomi sekaligus memperhatikan lingkungan tersebut memang tak kecil. Jangankan untuk itu, program makan siang gratis kata dia bisa dianggarkan nantinya hingga Rp400 triliun.
“Bukan hanya Rp 1.000 triliun lebih untuk ekonomi hijau, ada minimal Rp 400 triliun untuk makan siang gratis, kita juga ada beberapa ratus triliun untuk target swasembada energi dan pangan. Jadi memang ada kebutuhan dana yang sangat besar,” kata Drajad dalam diskusi yang dihelat pada Selasa (19/12/2023).
Drajad menjelaskan, memang untuk menyediakan anggaran sebesar itu tak mudah. Namun demikian pihaknya sudah menyiapkan rencana untuk mengkatrol angka penerimaan negara lebih besar termasuk pertama, dari kasus-kasus hukum yang sebenarnya bisa menjadi sumber pemasukan.
Politikus PAN ini mengatakan, ada beberapa kasus yang telah mendapatkan keputusan hukum tetap (inkrah) dan ada dana yang seharusnya diterima oleh negara namun belum diterima. Jumlahnya bisa lebih dari Rp90 triliun.
"Itu cukup banyak, sudah inkrah, dana belum masuk. Waktu saya bertugas di satu lembaga itu jumlahnya Rp90 triliun lebih. Sekarang saya belum tahu, mungkin akan bertambah.
Yang kedua adalah dari optimalisasi dalam sistem perpajakan terutama terkait dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Sayangnya dia mengatakan belum bisa merincikan hal tersebut.
Ketiga, melakukan perombakan sistem penerimaan negara agar ditemukan celah dan potensi baru pemasukan.
Keempat, melakukan digitalisasi berbagai sektor ekstratktif.
"Masih ada beberapa lagi sumber sumber penerimaan. Target saya kita bisa minimal identifikasi jumlah yang cukup jika kemudian Prabowo-Gibran diberi mandat rakyat, diberi amanat nasional. Nanti tahun 2025 kita sudah siap," kata Drajad.
(ezr)