Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Permintaan pembiayaan pada perbankan semakin lesu di ujung tahun, baik dari kelompok nasabah korporasi maupun rumah tangga. Kelesuan itu diperkirakan menyeret kinerja penyaluran kredit baru pada kuartal IV yang diperkirakan akan melanjutkan perlambatan.

Survei yang dilansir oleh Bank Indonesia (BI) pada Selasa (19/12/2023), mengungkapkan, pembiayaan korporasi pada November memang masih tumbuh dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) 14,9%. Akan tetapi, angka itu lebih rendah dibanding bulan sebelumnya di angka 15,7%.

"Perlambatan kebutuhan pembiayaan korporasi terutama karena penurunan kegiatan operasional sebagai dampak lemahnya permintaan domestik dan ekspor," jelas BI dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan hari ini.

Korporasi masih lebih suka memenuhi kebutuhan pembiayaan dari dana sendiri yang meningkat dibanding bulan lalu, juga memanfaatkan fasilitas longgar tarik, lalu memakai pinjaman atau utang dari perusahaan induk, baru kemudian melirik kredit dari perbankan.

Responden survei menyampaikan alasan pemilihan sumber pembiayaan terutama masih dipengaruhi oleh aspek kemudahan dan kecepatan perolehan dana, juga biaya (suku bunga) yang lebih murah.

Keengganan korporasi mengajukan kredit baru ke bank pada akhirnya turut menurunkan kinerja penyaluran kredit bank. Hasil survei yang sama menyebut, penyaluran kredit baru oleh perbankan pada November tumbuh dengan SBT 70,4%, tapi angka itu turun cukup dalam dibandingkan bulan sebelumnya di angka SBT 82,1%.

"Perlambatan diprakirakan terjadi di kelompok bank umum. Sementara penyaluran kredit di bank syariah dan bank daerah diprakirakan meningkat," jelas BI. 

Di sisi rumah tangga, permintaan pembiayaan baru pada November 2023 juga terindikasi sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, dengan mayoritas pembiayaan berasal dari bank umum. 

Hal itu terindikasi dari jumalh responden rumah tangga yang melakukan penambahan pembiayaan melalui utang atau kredit pada November hanya sebesar 10,7%, turun dibanding bulan sebelumnya 11,3%.

Masih melambat tahun depan

Hasil survei juga mencatat, kebutuhan pembiayaan korporasi dalam tiga bulan ke depan atau sampai Februari 2024, masih akan melambat dengan SBT 27,3% dari sebelumnya 29,1%. 

Korporasi masih lebih suka memakai dana sendiri, baru setelah itu menimbang pengajuan kredit ke perbankan dalam negeri. Juga, memanfaatkan fasilitas longgar tarik.

Sementara dari kelompok nasabah rumah tangga, hasil survei mencatat ada kenaikan permintaan pembiayaan dengan SBT 6,9% dari sebelumnya 5,3%.

Permintaan pembiayaan dari kelompok nasabah rumah tangga dalam 3 bulan ke depan, terutama untuk jenis kredit multiguna (KMG) dan kartu kredit diperkirakan meningkat. Sementara kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kredit peralatan rumah tangga diperkirakan turun, sedang kredit pemilikan rumah (KPR) diprediksi stabil.  

Penyaluran kredit bank diperkirakan akan meningkat pada Desember dibanding November, meski secara umum selama kuartal IV-2023 kinerja pertumbuhan kredit baru perbankan diperkirakan stagnan dengan SBT 93,4%, lebih rendah dibanding bulan lalu 95,6%.

(rui)

No more pages