Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tak ingin pasang target terlalu muluk untuk pasar modal domestik tahun depan.
Faktor pemilu dan outlook International Monetary Fund (IMF) terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global tahun depan menjadi alasan OJK mengambil sikap konservatif.
"Walaupun optimistis, tapi kami tetap konservatif," ujar Anggota Dewan Komisioner OJK Inarno Djajadi, Senin (4/12/2023).
Selain tahun depan merupakan tahun politik, pertumbuhan ekonomi Indoensia tahun depan juga diramal 5,2%, berubah dari sebelumnya 5,3%.
"IMF dan World Bank juga merevisi ke bawah pertumbuhan ekonomi global," sambung Inarno.
Seperti diketahui, IMF belum lama ini merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,9% dari sebelumnya 3%.
Mempertimbangkan situasi tersebut, OJK memperkirakan penghimpunan dana dari pasar modal tahun depan berkisar Rp175 triliun hingga Rp200 triliun. Perkiraan ini tidak berbeda jauh dengan target di tahun lalu.
(ros/dhf)