Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Jasa Jakarta (BJJ) yang dimiliki oleh Astra Financial dan WeLab Ltd melalui WeLab Sky, meluncurkan layanan perbankan digital bernama Bank Saqu hari ini, Senin (20/11/2023).
Sebagai informasi, WeLab Ltd didukung oleh investor termasuk miliarder Li Ka-shing. Ekspansi ini merupakan bagian dari ambisi WeLab untuk berkembang di kawasan Asia, setelah mendirikan bank digital di Hong Kong pada tahun 2020. Fintech ini juga menjalankan beberapa bisnis di Tiongkok daratan.
Founder dan Group CEO WeLab Simon Loong mengaku antusias menyaksikan peluncuran layanan perbankan digital kedua WeLab di Asia. Menurut dia, pengembangan sistem bank dengan layanan digital ini menghabiskan waktu cepat yaitu, hanya enam bulan, dibandingkan 18-24 bulan bagi layanan serupa. Hal ini disebabkan oleh teknologi dan keahlian dibalik pengalaman WeLab sebagai bank digital berlisensi pertama di Hong Kong.
“Aspirasi perusahaan adalah untuk membangunnya dari posisi kami saat ini, sekitar 60 juta pengguna menjadi setengah miliar pengguna pada tahun 2032,” kata Simon Loong.
Direktur Astra sekaligus Director-in-Charge Astra Financial, Suparno Djasmin mengatakan Bank Saqu menyediakan jasa layanan keuangan, khususnya bagi segmen ritel dan usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM). Bank Saqu juga menyasar generasi muda, terutama pemilik usaha kecil, pekerja lepas, dan karyawan tetap dengan pekerjaan tambahan.
"Bank Saqu akan mendukung, melengkapi dan memperkuat ekosistem jasa keuangan Grup Astra, serta mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia,” ujar Suparno.
Sebelumnya, WeLab bekerja sama dengan HSBC Holdings Plc untuk mengembangkan penawaran digital di Malaysia, dan upaya ini berpotensi diperluas ke tempat lain.
Di Hong Kong, WeLab Bank melaporkan kerugian sebesar HK$161,5 juta (US$20,7 juta) pada semester pertama, menyusut dari HK$224 juta pada tahun lalu. Pendapatan bunga bersihnya meningkat dua kali lipat pada semester pertama.
Bank tersebut meluncurkan bisnis kekayaan digitalnya di Hong Kong pada tahun 2022, dan memiliki 15.000 nasabah kekayaan dan menargetkan peluncuran di Greater Bay Area.
WeLab, yang disebut unicorn atau perusahaan dengan valuasi us$1 miliar, mengajukan permohonan IPO di Hong Kong pada 2018, namun tertunda. Loong mengatakan perusahaannya masih melihat IPO, tetapi pasar ekuitas cukup lemah, dan tidak memiliki jangka waktu yang spesifik.
Tawarkan Bunga 10%
Bank Saqu memperkenalkan beberapa fitur utamanya, termasuk produk tabungan dan deposito yang menjanjikan suku bunga 7% hingga 10%.
Salah satu fitur yang dikenalkan ialah Busposito, produk deposito yang memanfaatkan kekuatan komunitas. Nasabah dapat meningkatkan tingkat suku bunga dengan keluarga, teman, atau seluruh komunitas Bank Saqu. Artinya, semakin banyak orang yang bergabung dengan Busposito, semakin besar nasabah memperoleh bunga lebih tinggi hingga 7% per tahun.
Adapula Tabungmatic, fitur menabung otomatis dari setiap pembulatan transaksi melalui QRIS yang disimpan di Saku Booster, untuk mendapatkan tingkat suku bunga lebih tinggi, hingga 10% per tahun.
Selain itu, fitur Saku Booster, saku khusus untuk menyimpan semua cashback nasabah dari transaksi menggunakan Bank Saqu, termasuk Tabungmatic. Nasabah dapat memperoleh cashback di Saku Booster dengan tingkat bunga hingga 10% per tahun.
Level suku bunga ini lebih tinggi dibanding tingkat bunga bank umum yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yakni 4,25%. Artinya, nasabah tidak memperoleh jaminan pengembalian dana apabila bank dalam kondisi gagal bayar.
Sebelumnya, LPS mengumumkan tingkat bunga penjaminan bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR) untuk periode yang berlaku 1 Oktober 2023 sampai 31 Januari 2024.
"Tingkat bunga penjaminan yakni 2,25% untuk valas, 4,25% untuk bank umum dan 6,75% untuk BPR," ujar Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers 29 September 2023. LPS menetapkan tingkat bunga penjaminan tiga kali dalam setahun, yakni pada Januari, Mei, dan September.
(lav)