Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir sesi I Jumat (17/11/2023) berbalik arah ke level penguatan 4,96 poin atau setara dengan kenaikan 0,07% dan kembali ke posisi 6.960-an. Sementara kurs rupiah terpantau Rp15.501/US$, atau menguat 53,5 poin (0,34%).
IHSG menutup jeda sesi perdagangan hari ini dengan mencatatkan level 6.962,9. Indeks saham bergerak pada rentang 6.919,6 hingga 6.972,8.

Sepanjang pagi hingga siang ini IHSG terus mengalami tekanan dan berada pada di level terendah pada 10 menit awal perdagangan. Setelah menyentuh posisi paling bawah, IHSG beranjak membaik hingga mulai mengalami rebound pada 1 jam pasca perdagangan.
Aktivitas perdagangan pasar saham terjadi sebanyak 652.413 kali dengan 188 saham mengalami penguatan. Sedangkan 299 saham melemah, 236 saham tidak mengalami perubahan harga.
Total transaksi siang hari ini mencapai Rp4,08 triliun, dari sejumlah 7,89 miliar saham yang ditransaksikan sepanjang perdagangan.
Sektoral saham infrastruktur dan saham barang baku menjadi pendukung utama kebangkitan IHSG dengan kenaikan 2,72% dan 0,61%, disusul oleh menguatnya saham transportasi sebesar 0,37%.
Sedangkan, sektoral saham perindustrian mengalami koreksi 0,73%.
Sejumlah saham-saham infrastruktur yang menjadi pendorong kenaikan IHSG adalah, saham BREN yang melesat 6,57%, dan saham PTPP yang naik 2,45%, dan saham TOWR yang menguat 2,08%.
Senada, saham barang baku juga naik mendukung penguatan IHSG, saham CTBN meroket 9,37%, saham AMMN melesat naik 4,49%. Saham NCKL menguat 2,87%.
Adapun kinerja bursa di Asia siang hari ini bergerak melemah. Indeks Hang Seng Hong Kong drop 2,17%, indeks Kospi melemah 0,72%, indeks Strait Times Singapore turun 0,48%, indeks Shanghai Composite terdepresiasi 0,16% dan indeks Nikkei 225 naik 0,18%.
(fad)