Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi provinsi di Indonesia dengan status Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kategori rendah. Bahkan ada 14 provinsi yang mencatatkan IPM di atas angka nasional yang sebesar 74,39.
IPM tergolong rendah jika berada di bawah 60. Skor di atas 60 sampai 70 adalah kategori sedang, di atas 70 hingga 80 adalah tinggi, dan di atas 80 berstatus sangat tinggi.
DKI Jakarta menjadi provinsi dengan IPM tertinggi di Tanah Air yakni 83,55. Sedangkan Papua menjadi yang terendah dengan nilai 63,01.

"Jakarta dan Yogyakarta adalah provinsi dengan IPM sangat tinggi, di atas 80. Sebagai catatan, saat ini sudah tidak ada lagi provinsi yang IPM-nya rendah," tegas Pudji Ismartini, Deputi Kepala BPS Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (15/11/2023).
Namun, lanjut Pudji, memang masih ada ketimpangan. Terlihat bahwa di Provinsi DKI Jakarta dengan Provinsi Papua, ketimpangan pembangunan manusianya sangat, tertinggal 20,54 poin.
Dengan kecepatan pertumbuhan yang beragam pada tahun 2023, lanjut Pudji, seluruh provinsi memiliki pertumbuhan IPM lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan per tahun selama 2020 sampai dengan 2022. Rata-rata pertumbuhan IPM tertinggi pada tahun 2020 sampai dengan 2022 terjadi di Provinsi Kalimantan Timur yaitu sebesar 0,93%, sementara pertumbuhan terendah terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah yaitu 0,38%.
Pertumbuhan IPM tertinggi tahun 2023 terjadi di Provinsi Papua yaitu sebesar 1,37%, sementara pertumbuhan terendah terjadi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu sebesar 0,55%.
Menurut Pudji, dari 34 provinsi, ada sebanyak dua provinsi berstatus IPM sangat tinggi dan kemudian 28 provinsi berstatus IPM tinggi dan empat provinsi berstatus sedang pada tahun 2023 ini.
“Pertumbuhan IPM 2023 seluruh provinsi lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan per tahun selama periode 2020 sampai dengan 2022. Pertumbuhan IPM tertinggi dicapai oleh Provinsi Papua yaitu 1,37%,” pungkasnya.
(ros/aji)