Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga batu bara naik pada perdagangan kemarin. Kenaikan yang terjadi usai harga si batu hitam anjlok.

Pada Selasa (14/11/2023), harga batu bara di pasar ICE Newcastle ditutup di US$ 122,5/ton. Naik 0,41% dibandingkan hari sebelumnya.

Pada awal pekan, harga batu bara merosot 1,01% ke US$ 122/ton. Koreksi ini mengakhiri rantai kenaikan yang terjadi 4 hari berturut-turut.

Dalam seminggu terakhir, harga batu bara naik 2,52% secara point-to-point. Namun selama sebulan ke belakang, harga masih ambruk 15,13%.

Secara teknikal dalam perspektif harian (daily time frame), batu bara masih menghuni teritori bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 31,29.

RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang di posisi bearish.

Dalam waktu dekat, risiko koreksi harga batu bara masih terbuka. Target koreksi atau support terdekat ada di US$ 121/ton. Jika tertembus, maka harga bisa turun lagi menuju US$ 118/ton.

Sedangkan target kenaikan atau resisten terdekat adalah US$ 123/ton. Penembusan di titik ini bisa membawa harga batu bara naik menuju US$ 131/ton.

Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 160/ton.

(aji)

No more pages