Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (7/11/2023), dibuka mixed setelah sempat menguat pada awal pembukaan. Pada pukul 9.07, indeks kehilangan 19,65 poin atau setara dengan 0,29% ke level 6.859.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan tercatat 1,67 miliar saham dengan nilai transaksi Rp662,93 miliar. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 77.336 kali.

Sebanyak 197 saham menguat dan 164 saham melemah. Sementara, 227 saham tidak bergerak.

Sentimen pada perdagangan hari ini utamanya datang dari global dan regional. Harapan penurunan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) yang lebih cepat dari perkiraan. Harapan ini makin diperkuat oleh rilis data pasar tenaga kerja (Non-farm Payrolls/NFP) pada Jumat bahwa ekonomi AS di Oktober membuka lapangan kerja yang lebih kecil dari ekspektasi.

Sementara berbagai rilis data ekonomi AS belakangan ini juga memberi indikasi perlambatan ekonomi sehingga meredakan tekanan atas Federal Reserve untuk melanjutkan kenaikan suku bunga.

Tim Research Phillip Sekuritas Indonesia memaparkan, Pasar Kontrak Berjangka (Futures) Federal Fund Rate (FFR) memberi indikasi 85% probabilitas Federal Reserve sudah selesai menaikkan suku bunga, dan 80% peluang bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga di bulan Juni 2024.

Seperti yang diwartakan Bloomberg News, informasi lebih lanjut tentang bagaimana para pembuat kebijakan Bank Sentral AS melihat laju inflasi mungkin akan terlihat pekan ini, di mana Gubernur The Fed Jerome Powell, dan Gubernur Bank of England Andrew Bailey akan berpidato.

"Ada alasan lebih bagi para investor untuk lebih optimistis bahwa The Fed mungkin sudah selesai dengan kenaikan suku bunga acuan, tetapi kita tidak boleh lengah," kata Vasu Menon, Direktur Manajemen Strategi Investasi OCBC Bank Singapore, oleh Bloomberg Television.

Sementara itu, pada kesempatan terpisah, David Donabedian, Chief Investment Officer di CIBC Private Wealth US memaparkan, The Fed masih terus memantau situasi di lapangan.

"Kami memperkirakan, pergerakan di sisa tahun ini masih akan bergejolak mengikuti arah pergerakan suku bunga acuan," imbuh David.

(fad)

No more pages