Logo Bloomberg Technoz

Celia Bergin - Bloomberg News

Bloomberg, Industri makanan dan pertanian menyebabkan ekonomi global mengalami kerugian lebih dari US$10 triliun (Rp154 ribu triliun) setiap tahun melalui diet tidak sehat, kerusakan lingkungan, dan kekurangan gizi. 

Menurut laporan dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB pada Senin (06/11/2023), sekitar 70% dari "biaya tersembunyi" tersebut berasal dari konsumsi makanan ultra olahan dan diet tinggi lemak dan gula.

Hal ini mengakibatkan obesitas dan penyakit tidak menular, yang menyebabkan kerugian produktivitas tenaga kerja, terutama di negara-negara dengan pendapatan menengah dan atas.

Industri makanan global dan pasar pertanian telah semakin menjadi sorotan setelah invasi Rusia ke Ukraina meningkatkan harga, yang menambah beban biaya hidup. 

Biaya tersembunyi yang diidentifikasi oleh FAO dalam surveinya di 154 negara memiliki dampak yang tidak proporsional pada negara-negara miskin, di mana kerugian terutama terkait dengan kemiskinan dan kekurangan gizi.

Menurut FAO, biaya tersembunyi berkisar antara US$10 triliun hingga US$16 triliun per tahun, dengan US$12,7 triliun sebagai hasil yang mungkin. Sekitar seperlima dari biaya tersebut terkait dengan lingkungan, termasuk emisi gas rumah kaca dan nitrogen, perubahan penggunaan lahan, dan penggunaan air.

Data Global Farming Industry Creates Hidden Costs. (Sumber: Bloomberg)

(bbn)

No more pages