Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Keputusan menaikkan bunga acuan menjadi 6% oleh Bank Indonesia (BI) baru akan dirasakan dampaknya pada industri pembiayaan (perusahaan pembiayaan/PP) atau multifinance tahun depan, seperti disampaikan Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kenaikan suku bunga ini kemungkinan sudah mulai dirasakan kenaikannya di awal tahun depan,” ucap Agusman dalam keteranganya pekan lalu.

Suku bunga BI yang baru, lanjut Agusman, tidak akan berpengaruh atau tidak mengalami kenaikan  untuk kredit eksisting multifinance. “Secara umum tidak akan ada penyesuaian suku bunga terhadap debitur eksisting karena dalam praktiknya PP menerapkan suku bunga fixed terhadap debitur,” ucap Agusman.

OJK menerangkan bahwa dalam putusan kenaikan bunga acuan BI sebelumnya, beberapa bank telah menaikkan bunga pinjaman kepada perusahaan multifinance. Namun ditegaskan kenaikan itu selama periode setahun ini masih wajar.

“Kenaikan bunga pinjaman bank ini tentunya juga akan diikuti dengan penyesuaian suku bunga pembiayaan oleh PP kepada debitur baru dengan kenaikan yang sama dari perbankan,” papar Agusman.

Pelaku di industri pembiayaan selanjut diminta mengantisipasi potensi kenaikan cost of fund atau non performing financing (NPF). Pertumbuhan kredit pembiayaan juga berpeluang melambat.

Sebagai catatan pada sektor PVML, per September total kredit pembiayaan di industri mencapai Rp458,7 triliun. Terjadi kenaikan 15,4% YoY. Jika dibandingkan bulan sebelumnya terjadi pertumbuhan 16,3%.

Pertumbuhan kredit PVML “didukung pembiayaan modal kerja dan investasi yang masing-masing tumbuh sebesar 26,46% YoY dan 13,66% YoY.” OJK turut mencatat  NPF gross PP per September di 2,59%, dengan NPF nett 0,68%.

Selanjutnya, tegas Agusman, gearing ratio perusahaan pembiayaan pada September 2,23 kali, naik tipis dari periode Agustus, 2,22 kali). “Jauh di bawah batas maksimum 10 kali,” ucap dia.

(wep)

No more pages