Bloomberg Technoz, Jakarta – Kalangan ekonom menilai harga keekonomian bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamina semestinya berada di rentang Rp14.500—Rp15.000 per liter saat ini.
Analis Industri dan Regional Bank Mandiri Ahmad Zuhdi berpendapat keputusan PT Pertamina (Persero) untuk menurunkan harga BBM nonsubsidi jenis RON92 atau Pertamax bisa dipahami lantaran harga minyak sepanjang Oktober sebenarnya relatif stabil di US$89/barel.
“Berbeda dengan tahun lalu, tetapi ada faktor lain yang [masih bisa] mendorong harga [BBM nonsubsidi] naik, yaitu kurs, sehingga harga transportasi bisa naik dan harga impor bisa naik. Saat ini memang [harga Pertamax] masih di bawah harga keekonomian yang berada di Rp14.000—Rp15.000 per liter,” ujarnya, Rabu (1/11/2023).
Meski harga Pertamax diturunkan awal bulan ini, Zuhdi melihat BBM nonsubsidi Pertamina sebenarnya masih memiliki ruang untuk dinaikkan, meski tidak terlalu tinggi.
“Kalau pun meningkat tidak akan terlalu tinggi. Faktor utamanya lebih ke tekanan kurs, karena harga minyak secara rata-rata turun pada Oktober ke US$89/barel dari US$92,5/barel bulan sebelumnya,” terangnya.
Serupa dengan Zuhdi, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpendapat harga keekonomian Pertamax sebenarnya mencapai Rp14.600/liter pada bulan ini, jika mengacu pada rerata harga minyak mentah dan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Josua mengatakan rerata harga minyak dunia antara September hingga Oktober relatif tidak banyak berubah sekitar US$90/barel. Namun, dari sisi rata-rata kurs rupiah, terjadi pelemahan dari Rp15.300-an menjadi Rp15.900-an.
“Dengan demikian, kami memperkirakan pelemahan rupiah menjadi faktor yang sebenarnya bisa mengerek harga BBM nonsubsidi. Namun, hal ini tentu juga bergantu pada strategi dan kondisi masing-masing perusahaan [operator SPBU],” tuturnya.
Pertamina resmi kembali melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 November 2023. Jenis Pertamax turun Rp600/liter menjadi Rp13.400/liter dari bulan sebelumnya seharga Rp14.000.
Pertamax Turbo juga turun Rp1.100/liter menjadi Rp 15.500/liter, dari sebelumnya Rp16.600/liter. Selanjutnya, harga BBM keluaran terbaru Pertamina, yakni Pertamax Green 95 dipatok Rp15.000/liter atau turun Rp1.000 dari Oktober 2023 yang berada di harga Rp16.000/liter.
Harga BBM solar Pertamina, seperti Dexlite juga turun menjadi Rp16.950/liter dari sebelumnya Rp17.200/liter. Lalu, Pertamina Dex turun turun menjadi Rp17.650/liter dari bulan lalu yang dibanderol Rp17.900/liter.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan penurunan harga BBM nonsubsidi awal bulan ini dilakukan sejalan dengan upaya perseroan untuk memaksimalkan daya jual BBM yang kompetitif.
"Kami sampaikan bahwa harga BBM Pertamina paling kompetitif untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya dalam pernyataan resmi perseroan, Rabu (1/11/2023).
(wdh)