Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) kembali membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih. Perkuartal III-2023, anak usaha PT Pertamina (Persero) itu membukukan laba bersih sebesar US$133,4 juta atau sekitar Rp2,06 triliun.
Pendapatan tersebut naik 19,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya atau secara year on year (yoy) yang sebesar US$111,4 juta.
Secara keseluruhan, PGEO membukukan pendapatan usaha US$308,92 juta atau setara dengan Rp4,78 triliun sepanjang kuartal III-2023 atau naik 7,49% dibandingkan dengan periode sebelumnya yang tercatat sebesar US$287,39 juta.
Pendapatan tersebut ditopang oleh penjualan sumber energi uap dan listrik kepada pihak berelasi yaitu PT Indonesia Power dari sumur Kamojang US$50,17 juta. Kemudian, dari PT PLN (Persero) yang bersumber dari 5 sumur yaitu Ulubelu, Lahendong, Kamojang, Lumut Balai, dan Karaha senilai total US$242,45 juta.
Selain itu, sisi ekuitas perseroan juga menunjukkan tren meningkat dari US$1,25 juta menjadi US$1,93 juta atau Rp29,8 miliar secara yoy. Hal ini menunjukkan Perusahaan tersebut berada dalam kondisi keuangan yang sehat dan memiliki kemampuan untuk membayar hutang dan menghasilkan laba.
Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. Nelwin Aldriansyah mengatakan pencapaian ini menunjukkan bahwa PGE telah berhasil mengelola keuangan dengan baik, seiring dengan ambisi perusahaan untuk menjadi world class green energy company.
"Pencapaian yang sudah sangat baik ini tentunya akan menjadi pemacu kami untuk dapat terus tumbuh dan berkembang dalam menyediakan energi hijau bagi masyarakat Indonesia," ujar Nerwin dalam keterangan resminya, Sabtu (28/10/2023).
(ibn/wdh)