Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Usai Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang melahirkan ketua umum dan wakil ketua umum baru, sepak bola dan masa depan olahraga itu kembali menjadi perbincangan publik. Tagar PSSI, sepak bola hingga Erick Thohir juga trending di platform media sosial Twitter dalam sehari terakhir. Sepak bola Indonesia selama ini dianggap memang belum menunjukkan prestasi berarti.

Menteri BUMN Erick Thohir kemudian keluar sebagai ketua umum hasil pemilihan di KLB. Figur Erick memang bukan baru di persepakbolaan. Dia diketahui pernah menjadi Presiden Inter Milan, klub asal Italia itu. Erick Thohir juga diharapkan bisa membawa transformasi di tubuh PSSI sekaligus membawa perubahan yang lebih baik untuk sepak bola Indonesia. 

Kalau melihat ada sesuatu yang enggak benar hajar aja

Kurniawan Dwi Yulianto

Terakhir, ranking Indonesia di FIFA adalah posisi 151 dengan 1033.9 poin. Sementara ranking negara-negara ASEAN di pemeringkatan FIFA per Desember 2022 yakni:

96. Vietnam poin 1228.63
111. Thailand poin 1173.4
134. Filipina poin 1113.15
145. Malaysia poin 1062.39
151. Indonesia poin 1033.9
159. Myanmar poin 1006.16
160. Singapura poin 1006.1
177. Kamboja poin 945.25 
187. Laos poin 905.51
190. Brunei Darussalam poin 898.02
197. Timor Leste poin 860.45.

Ketum PSSI Erick Thohir dan Waketum I dan II, Ratu Tisha dan Zainudin Amali (Twitter PSSI)

Mantan striker 'penyerang' timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto menilai figur Erick Thohir punya kemampuan membereskan masalah sepakbola Indonesia. Menurut dia, Erick adalah seorang profesional dan tahu banyak tentang sepakbola. Dia juga bisa membentuk tim sendiri jika ingin melakukan bersih-bersih di tubuh PSSI itu. 

Kurniawan tak menampik bahwa mafia bola memang adalah problem pelik yang harus dibereskan. Meskipun selain masalah mafia ini, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan struktur baru PSSI. Terutama kata dia adalah bagaimana menjadikan bakat-bakat sepak bola di Indonesia menjadi prestasi dan hal itu membutuhkan proses. Selama ini disebutkan bahwa kendala untuk kompetisi reguler bagi youth level adalah problem dana. Namun hal tersebut mau tak mau harus dilakukan untuk menemukan pemain-pemain andal. Oleh karena itu harus ada kompetisi yang reguler. Sementara dalam menangani mafia bola, dia berharap Erick Thohir berani dan profesional.

"Kalau melihat ada sesuatu yang enggak benar hajar aja, jangan sampai ada duri dalam daging," kata Kurniawan ketika dihubungi lewat sambungan telepon kepada Bloomberg Technoz, Kamis malam (16/2/2923)

"Asalkan itu dilakukan untuk kemajuan sepak bola, jadi jangan hanya jadi alat (PSSI)," imbuhnya.

Sementara Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali mengatakan bahwa masalah sepak bola Indonesia termasuk mafia bola akan sulit ditangani apabila figur yang memimpin di PSSI masih tersandera dengan hal-hal politik. Oleh karena itu menurut Akmal perlu dibuat pakta integritas bagi ketua umum (ketum) dan wakil ketua umum (waketum) bahwa mereka akan bersama-sama membenahi sepakbola di Indonesia. Sekalipun tahun depan adalah tahun politik maka sepakbola harus menjadi prioritas mereka.

"Kemungkinan makin susah (tangani mafia) kalau-kalau di akhir tahun misalnya maju jadi maju di bakal cawapres (calon wakil presiden). Ini lagi-lagi masalah lagi," kata Akmal saat dihubungi.

Bahkan kata dia kalau perlu Erick Thohir sebenarnya perlu mundur dari jabatan menteri BUMN. Begitu juga dengan Menpora Zainudin Amali yang menjadi waketum sebaiknya mundur dari posisi menteri tersebut.

"Masalah sepakbola ini tidak bisa dilakukan secara sambilan," lanjutnya.

Kurniawan Dwi Yulianto. (Tangkapan layar via Instagram @kurniawanqana)

(ezr/frg)

No more pages