Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok. Pada pukul 9:40, IHSG terkoreksi 80,25 poin atau setara sekitar 1,16% ke level 6.860,63. Pada posisi terkini, pukul 9:45 IHSG sudah berada di level 6.857 (-1,21%).

Transaksi terpantau cukup ramai, dengan nilai transaksi mencapai Rp3,02 triliun dan volume sebesar 6,83 miliar saham. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 392.807 kali.

Hanya ada 90 saham yang menguat. Sedang 406 saham melemah dan 181 saham lainnya tidak bergerak.

Koreksi tajam IHSG terjadi bersamaan dengan merosotnya nilai tukar rupiah yang tembus Rp15.600/US$ tersulut badai aksi jual di pasar keuangan seluruh dunia akibat menguatnya skenario kenaikan bunga AS dan kebijakan higher for longer di masa mendatang.

Para investor menjauhi aset-aset pasar keuangan baik surat utang maupun saham dengan tingkat imbal hasil surat utang di hampir semua negara mencatat kenaikan. 

Adapun di pasar spot, pairing USD/IDR menyentuh level Rp15.635/US$, mengantar rupiah melemah nyaris 55 bps sampai pukul 9.40 WIB, pada Selasa (4/10/2023).

Yield surat utang Amerika, US Treasury, pagi ini kembali memecah rekor baru menembus 4,83%, naik 15,5 bps. Ini menjadi level rekor baru yield obligasi AS yang tertinggi sejak Juni 2007.

UST Tenor lebih panjang juga mengalami tekanan jual lebih massif dengan kenaikan imbal hasil sampai 17,6 bps untuk UST-30 tahun dan 16,6 bps untuk UST-20 tahun. Sementara tenor lebih pendek juga tidak kalis dari aksi jual meski dengan kenaikan yield lebih rendah.

(fad/wep)

No more pages