Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga batu bara anjlok pada perdagangan kemarin. Kini harga si batu hitam sudah meninggalkan level US$ 160/ton.

Pada Senin (2/10/2023), harga batu bara di pasar ICE Newcastle ditutup di US$ 154,5/ton. Ambruk 3,5% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu sekaligus jadi harga terendah sejak 25 Agustus.

Dalam seminggu terakhir harga batu bara jatuh 3,13% secara point-to-point. Dalam sebulan ke belakang, harga berkurang 0,99%.

Kejatuhan harga batu bara tidak lepas dari koreksi harga gas alam. Ketika harga gas lebih murah, maka insentif untuk beralih ke batu bara menjadi lebih kecil.

Kemarin, harga gas TTF Belanda ditutup turun 6,03% ke EUR 39,34/MWh. Dalam seminggu, harga gas TTF jatuh 11,49%.

Sedangkan harga gas di Inggris ditutup ambles 8,29% ke GBP 96,66/thm. Selama sepekan, harga terpangkas 8,29%.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dalam perspektif harian (daily time frame), batu bara memang masih bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 43,69.

RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Namun dengan koreksi yang sudah begitu dalam, ada peluang harga batu bara bisa mencetak technical rebound. Target kenaikan atau resisten terdekat ada di US$ 159,11/ton. Jika tertembus, maka resisten selanjutnya ada di US$ 159,76/ton.

Sementara target koreksi atau support terdekat ada di US$ 151,01/ton. Penembusan di titik ini bisa membawa harga batu bara menuju support berikutnya yaitu US$ 144,47/ton.

(aji)

No more pages