Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data inflasi September. Seperti ekspektasi, terjadi peningkatan inflasi secara bulanan meski ada perlambatan secara tahunan.
Pada Senin (2/10/2023), Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti melaporkan, terjadi inflasi 0,19% pada September dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Lebih tinggi dibandingkan Agustus yang -0,2% mtm.
Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg dengan melibatkan 14 institusi menghasilkan angka median proyeksi inflasi September sebesar 0,12% mtm.
Dibandingkan September tahun lalu (year-on-year/yoy), inflasi tercatat 2,28%. Lebih rendah dibandingkan Agustus yaitu 3,27% yoy.
Konsensus Bloomberg yang melibatkan 17 institusi memperkirakan inflasi September sebesar 2,22% yoy.
"Mengenai curah hujan pada September dari BMKG umumnya berada di kriteria rendah. Dibandingkan dengan September tahun lalu, September 2023 secara umum lebih rendah.
"Catatan kedua, pemerintah menyesuaikan harga BBM non-subsidi pada awal September. Namun inflasi pangan Indonesia lebih rendah dibandingkan inflasi pangan negara lainnya, yaitu 2,51% termasuk yang terendah di antara negara-negara G20," papar Winny, sapaan akrab Amalia, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta.
(aji)