Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Mega Tbk (MEGA) telah merilis laporan keuangan terbarunya. Sepanjang tahun 2022, bank milik Chairul Tanjung itu mengantongi laba bersih sebesar Rp4,05 triliun. Apabila dibandingkan dengan perolehan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp4,00 triliun, Bank Mega menunjukkan pertumbuhan tipis sebesar 1,11%.
“Bank Mega berhasil melalui kondisi yang cukup menantang di tahun 2022 dengan mencatat kinerja yang baik. Indikator kinerja yang tercermin dari ikhtisar keuangan menunjukkan pertumbuhan yang positif,” ungkap Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib, dalam laporan tahunan yang diunggah dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (14/2/2023).
Sementara itu, pendapatan bunga (net interest income) yang dicatatkan oleh Bank Mega juga naik 21,24% menjadi Rp5,87 triliun dari Rp 1,03 triliun secara tahunan.
Pertumbuhan kredit Bank Mega naik 15,84% yoy menjadi Rp 70,29 triliun dari Rp60,68 triliun di 2021, dengan kontribusi terbesar dari kredit korporasi yang meningkat 22,99% dari Rp 39,93 triliun menjadi Rp 49,11 triliun. Sementara itu, non-performing loan (NPL) gross berada di level 1,23% dan NPL nett sebesar 0,91%.
“Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh menjadi Rp102,95 triliun atau meningkat 4,09% yoy dari Rp98,91 triliun pada tahun 2021,” tambahnya. Lebih lanjut, peningkatan DPK didominasi oleh pertumbuhan deposito sebesar 10,73% menjadi Rp 75,40 triliun.
Selain itu, total aset Bank Mega meningkat 6,68% yoy menjadi Rp141,75 triliun dari tahun Rp 132,88 triliun di 2021. Sejumlah rasio keuangan perusahaan juga meningkat pada tahun 2022 yaitu net interest margin (NIM) naik dari 4,75% menjadi 5,42% dan rasio beban operasional dibandingkan pendapatan operasional (BOPO) naik dari 56,06% ke level 56,76%.
Sementara itu, return on asset (ROA) sebesar 4% dari sebelumnya 4,22%, rasio return on equity (ROE) menjadi 23,15% dari 23,49% pada 2021, serta rasio loan to deposit (LDR) naik dari 60,96% menjadi 68,04%.
(tar/evs)