Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta -Presiden Joko Widodo atau Jokowi memaparkan jumlah dan asal negara para investor yang sudah bersiap masuk ke proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Dia mengatakan, para investor ini sudah menemui dirinya dan datang melihat langsung kondisi calon Kota Nusantara.

"Jauh-jauh mereka datang ke sini (IKN), pasti ada kalkulasinya, pasti ada hitungannya," kata Jokowi seperti dikutip dari Sekretariat Presiden, Jumat (22/9/2023). "Artinya mereka tertarik."

Menurut Jokowi, beberapa bulan lalu ada penyampaian minat dari sekitar 30 investor asal Korea Utara. Pada periode yang sama, sebanyak 40an investro asal Jepang juga menunjukkan minat pada proyek ibu kota baru tersebut.

Bahkan, kata Jokowi, ada lebih dari 120 pengusaha asal Singapura yang juga berminat ikut dalam pembangunan IKN. Paling terbaru, sejumlah pengusaha Uni Emirat Arab (UEA) sempat bertemu dengan Jokowi usai mengunjungi lokasi calon Kota Nusantara.

"Tapi saya bisa diprotes kalau terus investor asing. Yang utama itu investor dalam negeri," kata Jokowi.

Dia menyampaikan apresiasi terhadap konsorium Agung Sedayu Grup yang berani menggelontorkan Rp20 triliun untuk pembangunan sejumlah fasilitas di IKN. Konsorsium ini terdiri dari sejumlah perusahaan besar yaitu Salim Grup, Sinarmas Grup, Adaro Grup, Mulia Grup, Astra Grup, Kawan Lama Grup, Alfamart Grup, dan Pulauintan.

Mereka akan membangun sejumlah fasilitas umum seperti hotel, penginapan, swalayan, pusat belanja, rumah sakit, hingga perkantoran. Jokowi optimis keberadaan konsorsium pimpinan Sugianto Kusuma atau Aguan ini akan memicu minat para investor lokal lainnya.

"[Konsorsium ASG] akan jadi lokomotif yang membawa gerbong investor dalam negeri masuk ke Nusantara," kata Jokowi.

Dia mengatakan, sejumlah pengusaha dalam negeri mulai berminat usai Aguan cs berani investasi di proyek IKN. Bahkan, beberapa dari mereka menyampaikan protes kepada pemerintah karena tidak mengajak atau menawari proyek tersebut. 

Padahal, kata Jokowi, pemerintah sudah berulang kali mengumpulkan pengusaha dalam negeri untuk memaparkan tentang rencana pembangunan IKN. Akan tetapi, respon dan minatnya sangat minim.

Beberapa bahkan tak percaya proyek pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur akan berhasil. "Ini memberikan rasa confidence, ini [proyek IKN] sangat diminati investor," ujar dia.

(frg/wep)

No more pages