Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penerimaan negara dari kepabeanan dan cukai turun cukup tajam. Faktor ekstrnal dan domestik menyebabkan penurunan tersebut.

Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan, melaporkan penerimaan kepabenaan dan cukai selama Januari-Agustus tercatat Rp 171,6 triliun. Angka itu setara dengan 56,6% dari target dan lebih rendah 16,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sumber: Kementerian Keuangan

Penerimaan bea masuk tumbuh 3%. Disebabkan oleh kenaikan tarif efektif 1,4% dan penguatan kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah. Apresiasi dolar AS membuat saat dirupiahkan jumlah rupiah yang diterima menjadi lebih banyak.

Lalu penerimaan bea keluar anjlok 80,3% dalam 8 bulan pertama 2023 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Disebabkan oleh penurunan harga minyak sawit mentah (CPO) yang menyebabkan bea keluar komoditas ini turun hingga 82%.

Bea keluar untuk tembaga juga turun 7%.

Kemudian penerimaan cukai dalam 8 bulan pertama 2023 turun 5,6%. Disebabkan oleh produksi kumulatif hingga Juni yang turun 5,7%.

"Tarif cukai rata-rata tertimbang hanya naik 1,9%. Ini karena sebagian besar rokok yang terjual adalah golongan III, yang kenaikan tarifnya jauh di bawah 10%, dalam hal ini hanya 5%," ungkap Sri Mulyani dalam jumpa pers APBN Kita edisi September 2023, Rabu (20/9/2023).

(aji)

No more pages