Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) bergerak naik pada perdagangan jelang tengah hari ini. Sebelumnya, harga komoditas ini sempat turun 7 hari beruntun.
Pada Kamis (14/9/2023) pukul 11:29 WIB, harga CPO di Bursa Malaysia ada di MYR 3.756/ton. Naik 0,81% dari hari sebelumnya.
Kemarin, harga CPO ditutup di MYR 3.726/ton. Naik 1,17% dan bangkit dari posisi terendah dalam lebih dari 2 bulan terakhir..
Harga CPO sempat turun pada 4-12 September alias 7 hari perdagangan tanpa putus. Selama 7 hari tersebut, harga jatuh 8,84%.

CPO menjadi menarik karena selisih harga dengan pesaingnya, yaitu minyak kedelai, melebar. Mengutip kalkulasi Bloomberg, selisih harga CPO dengan minyak kedelai melebar ke US$ 542/ton dibandingkan akhir pekan lalu sebesar US$ 515/ton.
Rata-rata selisih dalam setahun terakhir adalah US$ 488/ton.
“CPO adalah minyak nabati paling murah saat ini, sehingga investor mau membeli dengan harga sekarang,” kata Paramalingam Supramaniam, Direktur Pelindung Bestari, perusahaan pialang yang berbasis di Kuala Lumpur (Malaysia), seperti diberitakan Bloomberg News.
Analisis Teknikal
Secara teknikal, potensi kenaikan harga CPO masih terbuka. Target kenaikan terdekat ada di MYR 3.831,4/ton yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka ada ruang untuk naik lagi menuju MA-10 di MYR 3.903,3/ton.
Sementara support harga CPO ada di MYR 3.715,17/ton. Support ini sepertinya cukup kuat, sehingga bisa menahan koreksi tidak terlalu dalam.
Namun perlu diperhatikan bahwa sentimen yang melingkupi CPO masih bearish. Ini terlihat dari skor Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 39,14.
Nilai RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset dengan dalam posisi bearish. Dalam situasi seperti ini, investor akan cenderung memilih posisi jual (short).
(aji)