Yongchang Chin - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak dunia naik sedikit pada Selasa (12/09/2023) siang, berada dekat level tertinggi tahun ini sebelum beberapa laporan yang akan dirilis dan memberikan pandangan lebih lanjut tentang keseimbangan pasar.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melaju mendekati US$88 per barel, setelah mengalami penurunan 0,3% karena indikator teknis menunjukkan bahwa kenaikan sebelumnya mungkin telah berlebihan.
Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Administrasi Informasi Energi AS akan menerbitkan laporan bulanan soal pasar minyak pada Selasa ini, sementara laporan International Energy Agency (IEA) akan menyusul pada Rabu.
Faktor-faktor mendasar yang telah mendorong reli harga minyak sejak Juni tetap kuat. Pemain kunci OPEC+, yaitu Rusia dan Arab Saudi, masih membatasi pasokan mereka, sementara prospek permintaan di China, yang merupakan importir utama minyak, semakin cerah, dan AS tampaknya belum mungkin untuk mengalami resesi.
Dolar AS juga mengalami penurunan terbesar dalam hampir dua bulan, membuat komoditas yang dihargai dalam mata uang tersebut lebih menarik bagi sebagian besar investor.
"Momemtum naik sudah habis untuk saat ini," kata Vandana Hari, pendiri Vanda Insights di Singapura. "Minyak memerlukan sinyal segar untuk menentukan arahnya. Kita mungkin akan melihat kisaran harga sekitar US$90 untuk Brent."
Sementara itu, harga diesel mengalami reli setelah Rusia membatasi ekspor bulan ini. Hal ini membantu harga futures Eropa melampaui US$1.000 per metrik ton untuk pertama kalinya sejak Januari.
Harga:
- WTI untuk pengiriman Oktober naik 0,5% menjadi US$87,71 per barel pada pukul 11:27 pagi waktu Singapura.
- Brent untuk pengiriman November naik 0,4% menjadi US$91 per barel.
(bbn)