Logo Bloomberg Technoz

Robert Langreth - Bloomberg News

Bloomberg, Moderna Inc. setuju membayar hingga US$1,8 (Rp27 triliun) kepada perusahaan bioteknologi Jerman, Immatics NV dalam kerja sama multi-tahun dalam pengembangan terapi kanker yang menggunakan messenger RNA (mRNA) dan teknologi lainnya.

Dalam pernyataan yang dirilis, Senin (11/9/2023), Moderna akan membayar Immatics US$120 juta (Rp1,8 triliun) di muka dan US$1,7 miliar (Rp26 triliun) jika tujuan tertentu mereka tercapai. Kedua perusahaan ini akan bekerja sama dalam berbagai produk, termasuk antibodi yang diproduksi melalui mRNA, vaksin kanker, dan produk terapi sel, sebagian besar di antaranya belum diuji pada manusia.

Moderna telah mencari cara baru untuk menggunakan teknolgi mRNA dengan cepat menghasilkan vaksin yang efektif melawan virus corona. Selanjutnya kanker menjadi salah satu aplikasi potensial yang paling menjanjikan, dan perusahaan ini sudah bekerja sama dengan Merck & Co. dalam pengembangan vaksin kanker personalisasi untuk melanoma dan tumor lainnya, tetapi pengujian bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk diselesaikan.

Kerja sama dengan Immatics menawarkan sejumlah peluang bagi Moderna untuk menemukan aplikasi baru untuk asetnya. Menurut perwakilan kedua perusahaan, salah satu bagian dari kerja sama, Moderna akan menciptakan vaksin berbasis mRNA untuk memperkuat produk terapi sel anti-kanker Immatics, yang disebut IMA203, yang sedang diuji pada manusia pada tahap awal. Jika penggabungan tersebut terjadi, Immatics akan memimpin uji coba tahap awalnya.

Moderna akan memimpin pengembangan klinis dan penjualan vaksin kanker lainnya atau terapi berbasis mRNA yang dihasilkan dari kesepakatan ini. Ini mencakup program penggunaan basis data jaringan tumor Immatics untuk mengembangkan vaksin mRNA terhadap target kanker baru, serta program terpisah untuk menggunakan mRNA untuk merangsang tubuh untuk membuat antibodi pengobatan kanker.

"Kami percaya kerja sama ini akan mempercepat pengembangan terapi onkologi baru dan membawa kami lebih dekat satu langkah lagi untuk memberikan manfaat signifikan bagi pasien dengan kebutuhan medis yang belum terpenuhi," kata wakil presiden senior Moderna untuk penelitian dan pengembangan, Rose Loughlin, dalam sebuah pernyataan.

Saat penjualan vaksin Covid melambat setelah pandemi sudah dicabut, Moderna berupaya menunjukkan kepada para investor bahwa teknologi pionirnya dapat digunakan untuk penyakit lainnya. Perusahaan ini telah bekerja sama dengan Carisma Therapeutics Inc. sejak tahun 2022 untuk mengembangkan terapi sel untuk kanker.

Moderna juga sedang menguji vaksin flu berbasis mRNA yang diharapkan dapat digabungkan dengan vaksin Covid-nya. Data uji coba vaksin flu kunci diharapkan segera tersedia.

Saham Moderna telah turun 40% sejak awal tahun hingga penutupan hari Jumat.

(bbn)

No more pages