Manuel Baigorri dan Elffie Chew - Bloomberg News
Bloomberg, Perusahaan operator selular terbesar di Malaysia, Axiata Group Bhd. dan grup konglomerasi Indonesia, PT Sinar Mas Group, menghidupkan kembali pembicaraan yang dapat mengarah pada penggabungan operasi telekomunikasi mereka di Indonesia, menurut beberapa sumber yang mengetahui hal tersebut.
Pemilik PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dikabarkan sudah membicarakan ini dengan advisor untuk membantu penjajakan potensi transaksi, kata orang-orang yang tidak mau disebutkan namanya karena masalah ini bersifat pribadi. Opsi-opsi lain yang sedang dipertimbangkan adalah perjanjian berbagi jaringan dan kemitraan, kata orang-orang tersebut.
Saham XL Axiata telah naik sekitar 18% tahun ini, dengan nilai perusahaan mencapai $2,2 miliar. Saham Smartfren telah turun sekitar 18%, dengan nilai perusahaan sekitar $1,2 miliar.
Pembicaraan masih dalam tahap awal dan belum ada kepastian bahwa kesepakatan apapun akan terjadi, kata orang-orang tersebut.
Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys mengatakan bahwa ia akan menunggu dan melihat perkembangan pembicaraan, sementara seorang perwakilan Sinar Mas menyampaikan permintaan tersebut kepada Smartfren. Perwakilan dari XL Axiata mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengomentari spekulasi.
Axiata selalu mencari kolaborasi dan kemitraan strategis, dan berharap untuk tumbuh secara berkelanjutan di seluruh wilayah geografisnya, kata seorang juru bicara.
Pembicaraan baru antara Axiata dan Sinar Mas akan mengikuti upaya-upaya lain yang gagal pada tahun-tahun sebelumnya, Bloomberg News melaporkan.
XL Axiata memiliki 58 juta pelanggan per 30 Juni, menurut presentasi keuangan terakhirnya. Axiata memiliki sekitar 66% saham perusahaan ini. Smartfren, sebuah unit dari Sinar Mas, memiliki 36 juta pelanggan pada akhir tahun 2022, menurut laporan tahunannya.
Pasar telekomunikasi Indonesia baru-baru ini mengalami konsolidasi. Tahun lalu, CK Hutchison Holdings Ltd. dan Qatar Ooredoo menggabungkan bisnis telekomunikasi mereka di Indonesia dalam sebuah transaksi senilai $6 miliar dalam rangka menghadapi persaingan di pasar terbesar di Asia Tenggara dalam hal jumlah pelanggan.
-Dengan bantuan dari Fathiya Dahrul dan Ram Anand.
(bbn)