Logo Bloomberg Technoz

Min Jeong Lee-Bloomberg News

Bloomberg, Arm Holdings Ltd. yang telah memulai roadshow dalam rangka penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO), mengakibatkan turunnya ekspektasi valuasi perusahaan. Termasuk di dalamnya jumlah dana yang bisa dikumpulkan.

Perusahaan yang menjadi bagian dari SoftBank Group Corp. ini tengah berupaya mengumpulkan dana US$5-US$7 miliar (sekitar Rp76,2-Rp106,7 triliun), turun dari posisi sebelumnya US$10 miliar (Rp152,5 triliun), dalam laporan Bloomberg News.

Valuasi perusahaan desain cip ini menetapkan target valuasi US$50-US$60 miliar (Rp762-Rp915 triliun), juga menurun dari target sebelumnya sebesar US$60-US$70 miliar (Rp915-Rp1.000 triliun).

Pelanggan terbesar Arm kini mendaftarkan diri masuk sebagai calon investor strategis IPO, seperti Apple Inc, Nvidia Corp, Intel Corp, dan Samsung Electronics Co. Namun, hasil akhir masih perlu ditentukan dari para investor secara luas dengan menimbang banyak faktor, seperti; risiko ekonomi China, pertumbuhan pasar smartphone yang melambat, dan peningkatan pendapatan dari pertumbuhan adopsi kecerdasan buatan (AI).

“Kami memperkirakan US$50 miliar - US$60 miliar adalah target yang lebih realistis,” tulis analis Astris Advisory, Kirk Boodry, dalam sebuah catatan.

“Apa yang muncul dalam prospektus juga kurang mendukung karena Arm melaporkan turunnya pendapatan dan eksposur yang lebih tinggi ke China, daripada yang diperkirakan banyak orang.” 

Valuasi IPO Arm, unit usaha SoftBank, yang diprediksi mencapai 3 besar di dunia. (Dok: Bloomberg)

Arm menjalankan sebagian besar bisnisnya di China lewat unit independen Arm China. Ini merupakan pelanggan terbesarnya dan menyumbang hampir seperempat penjualan pada tahun yang berakhir Maret, menurut prospektus tersebut.

Dokumen tersebut juga mengkonfirmasi bahwa pendapatan Arm turun sekitar 1% menjadi US$2,68 miliar pada tahun fiskal terakhir. 

Proyeksi valuasi terbaru ini mungkin akan menjadi kemunduran bagi Masayoshi Son, founder SoftBank. Untuk diketahui perusahaan investasi Jepang ini membeli 25% saham Arm dari Vision Fund senilai US$16,1 miliar, yang membuat perusahaan perancang cip ini bernilai sekitar US$64 miliar.

Saham Arm akan bernilai US$12,5—US$15 miliar dalam proyeksi Boodry.

“Transaksi intra-perusahaan seperti itu hanya menambah sedikit nilai pada penemuan harga sementara prospektus, jelas menyatakan bahwa harga ditentukan oleh kondisi kontrak yang sudah ada sebelumnya,” kata dia.

Arm Ltd. (Dok: Bloomberg)

“Tanpa mengetahui apa itu, memahami harga menjadi sulit dilakukan.” Angka-angka ini masih bisa berubah seiring dengan berlangsungnya roadshow IPO pekan ini, menjelang pencatatan resminya pada Bursa Nasdaq sepekan setelahnya.

Sehingga, debut yang lebih lemah dari perkiraan dapat berdampak pada prospek negatif atas kredit SoftBank, menurut analis Bloomberg Intelligence, Sharon Chen. 

Dengan target perolehan dana US$5-US$ 7 miliar mungkin tidak lagi cukup sebanding dengan pembelian 25% saham Arm oleh SoftBank yang sebelumnya milik Vision Fund, berdasarkan perhitungan Chen.

Kesepakatan ini dapat melemahkan rasio pinjaman terhadap nilai SoftBank yang disesuaikan menjadi sekitar 24%, dari 21% di bulan Juni. Untuk leverage-nya mungkin tetap lemah relatif terhadap persyaratan Moody's untuk peringkat Ba3, kata Chen.

Jika pencatatan dengan nilai yang lebih rendah “mungkin juga menimbulkan pertanyaan” seputar valuasi tersirat US$64 miliar dari transaksi antara SoftBank dan Vision Fund, katanya.

(bbn)

No more pages