Bloomberg- Citi memperkirakan Apple akan menaikkan harga iPhone 15 Pro pada rentang US$100-US$200, hal yang mirip dengan perkiraan yang sebelumnya disampaikan Goldman Sachs.
Kenaikan harga iPhone generasi ke-17 model premium menjadi sejarah karena Apple selama ini cenderung mempertahankan harga jual dalam beberapa tahun terakhir.
Apple Inc. kemungkinan memanfaatkan momentum perilisan iPhone 15 yang digadang-gadang memiliki perubahan besar, meski selama ini perusahaan diketahui selalu melakukan pembaruan fitur secara inkremental.
Pada model terbaru, kemungkinan pada lini premium —iPhone 15 Pro dan Pro Max— akan menjadi pilihan perangkat yang naik harga usai menahan harga stabil dalam beberapa tahun terakhir. Emily Bary dalam tulisannya di MarketWatch menyatakan Apple dapat meningkatkan harga iPhone Pro level baru sekitar US$100-US$200, mengutip Atif Malik, analis Citi Research.
iPhone yang terakhir kali rilis diketahui dibanderol mulai dari US$999 untuk iPhone 14 Pro, dan US$1.099 iPhone 14 Pro Max, meski pada kapasitas paling besar dijual lebih mahal sekitar US$ 1.599.
Apple hingga kini tidak memberi tanggapan atas kemungkinan kenaikan harga, baik saat diminta konfirmasi oleh MarketWatch ataupun Bloomberg.

Apple kemungkinan akan memperkenalkan mengganti kerangka dari stainless-steel ke titanium pada even Wonderlust 12 September, di tengah tekanan ekonomi yang dihadapi pelanggan.
Amit daryanani, analis Evercore ISI menjelaskan dalam laporan terbarunya, “[iPhone terbaru] memiliki desain tepi yang lebih halus, tidak mudah menyisakan jejak sidik jari, tidak terlalu glossy.”
Beberapa pihak menyatakan dengan perubahan ini tidak akan mendorong pengguna meng-upgrade smartphone mereka.
Peningkatan lain yang diharapkan pada iPhone 15 termasuk cip yang lebih cepat untuk model Pro, juga kemampuan pengisian daya cepat lewat penyematan konektor USB-C, bukan lightning. Terdapat potensi tambahan 30% pengisian baterai lebih cepat pada seri terbaru iPhone ini, kata Malik.

Namun Malik tetap percaya pihak yang paling diuntungkan adalah pemilik iPhone 12 dan layak mengganti perangkat setelah tiga tahun kepemilikan.
Citi, melalui Malik, percaya “katalis positif” pada saham Apple menjelang acara Wonderlust. Malik memberi target Apple ke posisi US$240. Saham Apple pada penutupan akhir pekan lalu menghijau 0,85% ke level US$189,46.
(wep/roy)