Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga gandum turun cukup dalam pada akhir pekan lalu. Secara mingguan, harga komoditas ini jatuh lebih dari 4%.

Pada Jumat (1/9/2023), harga gandum di Chicago Board of Trade ditutup di US$ 5,95/gantang. Turun 1,08% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi yang terendah sejak 15 Agustus.

Dalam sepekan, harga gandum anjlok 4,22%. Ini adalah koreksi mingguan terdalam sejak pekan pertama Agustus.

Dalam sebulan terakhir, harga gandum turun 11,39%.

Ekspektasi akan peningkatan pasokan di pasar menjadi pemberat harga gandum. Hari ini, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan menggelar pertemuan di Sochi, Rusia. Pertemuan ini akan membahas ekspor biji-bijian (grain).

Sebagaimana diketahui, Moskow menarik diri dari perjanjian Laut Hitam. Rusia kemudian menyerang kapal-kapal Ukraina yang mengirim biji-bijian.

“Bukan salah kami, tetapi ini (inisiatif Laut Hitam) sudah berhenti. Kami hanya bisa bilang 1 hal, jika hal-hal yang dijanjikan kepada Rusia ditepati, maka perjanjian akan dilanjutkan,” tegas Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dalam pernyataan resmi.

Salah satu permintaan Rusia adalah bisa kembali ke SWIFT, sistem pembayaran global. Rusia diberi sanksi dikeluarkan dari SWIFT karena serangan ke Rusia.

Untuk menggantikan inisiatif Laut Hitam, Rusia mengajukan proposal mengirim 1 juta ton biji-bijian ke Turki dengan harga diskon. Turki kemudian mengolahnya untuk dikirim ke negara-negara yang membutuhkan.

Analisis Teknikal

Secara teknikal, harga gandum sedang sangat bearish. Ini terlihat dari nilai Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 35,19.

Skor RSI di bawah 50 menandakan suatu aset berada di teritori bearish.

Namun, koreksi yang sudah begitu dalam membuat harga gandum berpeluang mencatat technical rebound. Target kenaikan atau resisten terdekat ada di US$ 5,98/gantang.

Kalau tertembus, maka ada US$ 6.04/gantang akan menjadi resisten selanjutnya.

(aji)

No more pages