Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik melaporkan, inflasi kelompok pendidikan pada Agustus mencapai 2,07% year-on-year.
Di mana penyumbang utama adalah inflasi subkelompok pendidikan lain sebesar 3,59% dan terendah yaitu subkelompok pendidikan tinggi sebesar 1,53%.
"Inflasi kelompok pendidikan cenderung terjadi pada rentang Juli sampai September bersamaan dengan dimulainya Tahun Ajaran baru. Juli adalah dimulainya Tahun Ajaran baru, lalu Agustus-September adalah waktu bagi mahasiswa memulai perkuliahan," kata Pudji Ismartini Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik dalam konferensi pers pengumuman inflasi Agustus di Jakarta, hari ini (1/9/2023).
BPS membeberkan, pada Agustus 2023, kelompok pendidikan memberikan sumbangan sebesar 0,12% di mana yang dominan menyumbang inflasi adalah. uang kuliah sebesar 0,03%.
Sementara secara bulanan, sumbangannya terhadap inflasi mencapai 0,05%. Secara bulanan, yang berandil terhadap inflasi adalah uang kuliah 0,02%, uang sekolah SMA, SD dan SMP masing-masing 0,01%.
"Biaya perguruan tinggi terlihat lebih dominan andilnya terhadap inflasi, ini sejalan dengan tren tahun lalu di mana pada bulan yang sama biaya perguruan tinggi juga dominan," jelas Puji.
Kelompok pendidikan menyumbang inflasi bulanan Agustus sebesar 0,86%, selain andil inflasi dari komoditas beras, cabe merah, rokok kretek filter, dan cabe rawit.
BPS melaporkan, pada Agustus terjadi deflasi sama dengan Agustus tahun lalu di mana tingkat deflasi lebih rendah disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakay dengan deflasi 0,25% dan andil deflasi 0,07%.
Komoditas penyumbang bulanan adalah daging ayam ras deflasi -0,07% dan bawang merah andil deflasi -0,05% telur ayam ras dengan andil -0,02% dan komoditas lain -0,01% seperti ikan segar, bahan bakar, tarif angkutan udara dan kacang panjang.
(rui)