Bloomberg Technoz, Jakarta – Indonesia diperkirakan mendapatkan tambahan produksi minyak sekitar 10.762 barel per hari (BOPD) dan gas bumi sejumlah 329,78 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) pada 2024.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan sampai dengan Juli 2023, realisasi produksi siap jual (lifting) minyak Indonesia mencapai 608.400 BOPD dari target APBN sebanyak 660.000 BOPD.
“Proyeksi lifting minyak sampai dengan akhir tahun ini sebanyak 614.000 BOPD. Di dalam RAPBN 2024, produksi minyak siap jual ditargetkan sejumlah 625.000 BOPD atau turun dari target APBN 2023,” paparnya dalam rapat di Komisi VII DPR RI, Kamis (31/8/2023).
Di sisi lain, realisasi lifting gas sampai dengan Juli 2023 baru sebanyak 950.500 barel setara minyak (BOEP), dari target APBN 1,1 juta BOEPD. Proyeksi sampai dengan akhir tahun ini adalah 985.000 BOEPD, sedangkan target RAPBN 2024 sebesar 1,02 juta BOEPD.
Pada tahun depan, Indonesia juga berpeluang mendapatkan tambahan produksi migas dari berbagai lapangan, termasuk melalui skema optimasi pengembangan lapangan-lapangan (OPLL).
Berikut perinciannya, menurut rekapitulasi Kementerian ESDM:
Proyeksi Tambahan Produksi Minyak 2024:
- Kondensat proyek Tangguh T3 naik sebesar ±1.400 bbl/d (ramping up produksi dan akan berproduksi full year pada 2024).
- Kenaikan produksi Lapangan Forel sebesar 1.200 bbl/d (ramping up produksi dan akan berproduksi full year pada 2024).
- OPLL Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) ramp up : tambahan ±1.635 bbl/d (naik dari 945 bbl/d pada 2023 menjadi 2580 bbl/d pada 2024).
- Kontribusi OPLL Sanga-Sanga ramp up: tambahan ±2.451 bbl/d (naik dari 6345 bbl/d pada 2023 menjadi 8.796 bbl/d pada 2024).
- Kontribusi dari kegiatan pemboran Lapangan ABF-NiruBelimbing: ±1.325 bbl/d.
- Kontribusi dari kegiatan pemboran Lapangan Sopa: ±1.182 bbl/d.
- Kontribusi dari kegiatan pemboran Lapangan Haur Gede: ±1.569 bbl/d.
Proyeksi Tambahan Produksi Gas Bumi 2024:
- Tambahan produksi dari Proyek Tangguh T3 sebesar 200 MMSCFD (ramping up produksi dan akan berproduksi full year pada 2024).
- OPLL Sanga Sanga: tambahan ±75 MMSCFD (naik dari 19 MMSCFD menjadi 94 MMSCFD).
- Proyek Dayung Facility Optimasi: ±13,23 MMSCFD.
- Proyek optimasi fasilitas produksi North Kutai Lama: ±5,19 MMSCFD.
- Proyek optimasi fasilitas Bangkudulis: ±4 MMSCFD.
- Proyek optimasi fasilitas produksi Anoa Hub: ±14,37 MMSCFD.
- Proyek Lowering Facility North Area PHE WMO: ±7,99 MMSCFD.
- Plan of Development (POD) Central Secanggang: ±10 MMSCF.
(wdh)