Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatat penyakit pernapasan menjadi beban tertinggi dalam program jaminan kesehatan nasional (JKN) periode 2018-2022. Berdasarkan data yang sama, lima jenis penyakit pernapasan utama telah menguras dana BPJS hingga Rp17,86 triliun.

Kementerian Kesehatan memprediksi BPJS Kesehatan akan merogoh dananya lebih dalam tahun ini. Hal ini merujuk pada kondisi kualitas udara yang sangat buruk di wilayah Kota Jakarta dan daerah sekitarnya. 

"Jadi, pasti tahun ini kalau lebih banyak yang kena, itu akan naik," kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di JCC, Jakarta, Kamis (24/8/2023).

Dalam beberapa pekan terakhir, kualitas udara di wilayah Jabodetabek tercatat tidak sehat dengan range angka indeks di atas 160an. Polutan utama yaitu partikulat atau PM2.5 pun sangat tinggi hingga 90an mikrogram per meter kubik. Hal ini juga yang membuat langit Jakarta nampak terselimuti kabut abu-abu seolah mendung.

Berdasarkan unggahan Kementerian Kesehatan, BPJS mengeluarkan dana untuk pembiayaan penyakit kanker paru pada 150.268 pasien senilai Rp766 miliar. Pembiayaan penyakit asma senilai Rp1,4 triliun pada 2,15 juta pasien.

Selain itu, BPJS juga mendanai pengobatan 1,01 juta pasien pada penanganan penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK. Sebanyak Rp5,2 triliun untuk membiayai penanganan penyakit tuberkulosis pada 1,8 juta pasien. Dan, pendanaan bagi 2,15 juta pasien yang terkena penyakit Pneumonia sebesar Rp8,7 trilun.

"Khusus di Jakarta, memang sebelum Covid itu 50 ribuan yang kena [jumlah pasien penyakit pernapasan]. Sekarang sudah naik 200 ribuan," ujar Budi Sadikin.

Berdasarkan data Global Burden Diseases 2019, lima penyakit utama pernapasan tersebut juga menjadi penyebab kematian tinggi di dunia. Jumlah korban meninggal dunia pada kasus penyakit asma sebanyak 455 ribu orang; tuberkulosis sebanyak 1,2 juta orang; kanker paru sebanyak 1,8 juta orang; pneumonia sebanyak 2,6 juta orang; dan PPOK sebanyak 3,2 juta orang.

Sebagian besar pasien tersebut mengalami penyakit pernapasan karena terpapar polusi udara yang sangat buruk. Polusi udara bisa memicu kanker paru hingga 12,5%; tuberkulosis hingga 12,2%; Pneumonia 32%; asma 29,7%; dan PPOK hingga 36,6%.

(mfd/frg)

No more pages