Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencetak pertumbuhan laba 67,15% menjadi Rp 51,4 triliun. Peningkatan laba yang signifikan ini didorong oleh pendapatan bunga perseroan.
Raihan ini menjadikan BRI sebagai pemuncak nilai laba tertinggi dibandingkan dari tiga emiten perbankan lain, seperti Bank BCA, Bank BNI, dan Bank Mandiri. Dalam laporan kinerja masing-masing perbankan, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan laba Rp 41,2 triliun. Kemudian laba PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 40,7 triliun, dan laba PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 18,3 triliun.
Harga saham BBRI sempat melesat naik dari awal pembukaan pasar dari Rp 4.710/lembar menjadi Rp 4.750/lembar dalam 10 menit perdagangan. Namun posisi ini tidak bertahan lama. Reli saham BBRI melambat dan berangsur-angsur turun di posisi Rp 4.730/lembar hingga pukul 10:00 WIB.
Bank BRI yang fokus pada penyaluran kredit kepada UMKM ini melaporkan kenaikan pendapatan bunga sekitar 5,8% menjadi Rp 151 triliun. Net Interest Income (NII) BRI juga naik 9,2% YoY. Pencapaian pendapatan bunga bersih BRI sampai dengan Desember 2022 mencapai Rp 124,6 triliun.
Direktur Utama BRI Sunarso menerangkan, kinerja perseroan tidak lepas dari strategi dalam hal merespon berbagai tantangan dunia perbankan.
“Kunci dalam menjaga bottom line kami adalah melakukan efisiensi dengan menekan biaya dana atau Cost of Fund (COF), melalui peningkatan CASA (Current Account Saving Account) sebesar 66,7% dan Cost of Fund bank menjadi 1,87% di tahun 2022,” jelas Sunarso dalam paparan di Jakarta, Rabu (8/2/2023).
Sunarso menambahkan, pendapatan berbasis komisi atau fee based income juga tumbuh double digit. Hal ini tidak lepas dari dampak positif dari transformasi digital Bank BRI.
BRImo sebagai layanan digital bank, dikatakan Sunarso, sudah menjadi super apps andalan perusahaan dengan catatan user sebanyak 23,8 juta. BRImo juga telah mengakumulasi volume penjualan sebanyak Rp 2.699 triliun. “Fee hanya dari BRImo sepanjang tahun ini mencapai Rp 1,6 triliun,” ucap dia.
Optimalisasi agen BRIlink juga sepanjang 2022 mencatatkan kenaikan jumlah gen dari 540 ribu menjadi 627 ribu. “Dengan penambahan ini maka terdapat 240 orang per hari yang bergabung menjadi agen BRILink,” papar dia.
(wep)